Viral di Medsos
Gara-gara Tak Terima Diejek Kimcil, Remaja Putri Ini Lakukan Penganiayaan, Videonya Viral di Medsos
Setelah dilakukan penyelidikan, pemicu pengeroyokan tersebut karena pelaku tak terima dengan ucapan korban.
TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan sejumlah remaja putri, di Dharmahusada Indah VIII, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur beredar luas di media sosial dan viral.
Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni membenarkan adanya video penganiayaan yang viral.
Menurut pihaknya, ada laporan yang dibuat ke polisi Jumat (28/6/2019) lalu, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (9/7/2019).
"Sudah dilaporkan. Penyebabnya saling ejek ya dan sekarang hari ini sudah masuk penyidikan," kata Ruth Yeni, Kamis (4/7/2019).
Setelah dilakukan penyelidikan, Ruth Yeni pada Selasa (9/7/2019) menuturkan pemicu pengeroyokan tersebut karena pelaku tak terima dengan ucapan korban.
"Pemicunya saling ejek saja, korban mengejek pelaku terlapor dengan kata-kata yang membuat tersinggung," kata Ruth Yeni, Selasa (9/7/2019).
"Korban mengejek dengan kata kimcil," ujar dia.
Sehingga pelaku meminta korban untuk bertemu pada 27 Juni 2019 dan melakukan kekerasan kepada korban.
Disebutkan oleh Ruth Yeni, dari sembilan saksi, tiga berada ddi lokasi kejadian.
"Kita tahunya dari hasil pemeriksaan sembilan saksi. Tapi tiga orang ini tidak melakukan (kekerasan) apa-apa, hanya menyaksikan saja," kata dia.
Kasus ini ditangani polisi menggunakan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak lantaran semua pelaku masih anak-anak.

Video Pengeroyokan
Diketahui, ada dua video viral dalam kasus pengeroyokan yakni dari latar belakang yang terlihat dalam video viral tersebut, kejadian tersebut terjadi di perumahan yang cukup padat rumah-rumah, dari Suryamalang.com, Sabtu (6/7/2019).
Video pengeroyokan seperti sengaja direkam oleh seorang dari remaja putri tersebut.
Dalam video itu, dengan logat Surabaya, ada yang berteriak sambil tertawa berlari menganiaya korban.