Wabup Kasmidi Bulang Rembuk Soal Jembatan, Warga Setuju Tawaran Pemerintah

Bahkan 6 warga pemilik rumah di kawasan Sangatta Lama dan dua pengusaha ponton, sudah setuju dengan klausul yang diberikan dan bersedia bongkar rumah

Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Pertemuan antara Wabup Kasmidi Bulang dengan warga Sangatta Lama dan pengusaha ponton terkait rencana realisasi pembangunan jembatan penghubung Sangatta Lama-Sangatta Seberang 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Sengkarut rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan kawasan Sangatta Lama, Kecamatan Sangatta Utara dengan Sangatta Seberang, Kecamatan Sangatta Selatan, agaknya mulai menemukan titik terang.

Hasil pertemuan Wabup Kasmidi Bulang dengan warga Sangatta Lama, bersama Camat Sangatta Utara dan pihak Dinas Pekerjaan Umum, di ruang kerja Wabup Kutim, Rabu (10/7), berbuah kesepakatan.

Warga yang tadinya menolak tawaran pemerintah akhirnya luluh dengan kepentingan masyarakat banyak yang membutuhkan akses cepat, mudah dan aman, untuk menjangkau Kecamatan Sangatta Selatan.

“Ya, meski sempat berkeras dengan keinginan mereka terkait harga pembebasan sesuai aprasial dan tuntutan lainnya, kami bisa memberi pengertian juga tawaran lainnya yang berpihak pada mereka.

Kompensasi terhadap usaha para pemilik ponton, juga kami perhatikan. Warga yang harus mendapatkan tempat tinggal baru sebelum rumahnya dibongkar juga kita bicarakan baik-baik. Sekarang semua sudah sepakat. Sudah ditandatangani bersama juga,” ungkap Wabup Kasmidi Bulang.

Bahkan enam warga pemilik rumah di kawasan Sangatta Lama dan dua pengusaha ponton, sudah setuju dengan klausul yang diberikan dan bersedia membongkar rumah mereka begitu pembangunan dimulai.

“Kami sudah mengatakan, rencananya mobilisasi material dan alat berat sudah dimulai pekan depan. Untuk persiapan. Begitu pembangunan dijalankan, mereka sudah siap membongkar rumah masing-masing dan pindah dari lokasi tersebut,” ujar Wabup Kasmidi Bulang.

Pastinya, menurut Wabup Kasmidi Bulang, hasil pertemuan tersebut, seluruh warga yang tadinya enggan untuk pindah, sudah sepakat tidak akan menghalangi pembangunan jembatan. Kompensasi yang mereka dapat juga sudah dihitung oleh tim aprasial independen dengan nilai yang bervariasi.

“Kami juga tetap usahakan, ponton sebagai transportasi legenda di Sangatta juga tetap bisa berjalan. Jadi yang mau menggunakan jembatan, bisa, yang menggunakan ponton juga bisa. Bahkan bisa menjadi sarana swafoto karena akan dipoles sebagai wisata,” ungkap Wabup Kasmidi Bulang.

Pertemuan antara Wabup Kasmidi Bulang dengan warga Sangatta Lama dan pengusaha ponton terkait rencana realisasi pembangunan jembatan penghubung Sangatta Lama-Sangatta Seberang_
Pertemuan antara Wabup Kasmidi Bulang dengan warga Sangatta Lama dan pengusaha ponton terkait rencana realisasi pembangunan jembatan penghubung Sangatta Lama-Sangatta Seberang_ (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

Seperti diketahui, pasca peristiwa tenggelamnya bocah usia 6 tahun, Wahyu dari ponton penyeberangan, pekan lalu, realisasi rencana pembangunan jembatan penghubung Sangatta Lama dan Sangatta Seberang kembali mencuat ke permukaan.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved