Cara Pertamina Monitor Peredaran BBM Bersubsidi di Samarinda
Pertamina angkat bicara menanggapi aksi sejumlah sopir di Samarinda yang mendesak Kepolisian, mengusut dugaan adanya mafia peredaran solar
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Pertamina angkat bicara menanggapi aksi sejumlah sopir di Samarinda yang mendesak Kepolisian, mengusut dugaan adanya mafia peredaran solar yang membuat pasokan BBM bersubsidi ini sulit didapat di SPBU.
Sebagai produsen sekaligus distribuotor, sejak jauh hari Pertamina sudah menggandeng Polresta dan Pemkot Samarinda mengawasi penyaluran BBM bersubsidi atau Public Service Oblogation (PSO). Baik melalui rapat koordinasi dan inspeksi mendadak (sidak) bersama.
Regional Manager Communication Pertamina RU 5 Balikpapan, Hapi Wulansari mengatakan, dikeluarkan Surat Edaran Walikota Samarinda tentang larangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kegiatan pertambangan batu bara, perkebunan dan jenis kendaraan pribadi tertentu. SK bernomor 156.65/3632/012.01 itu dikeluarkan tanggal 27 Desember 2018.
“Surat tersebut sudah dipasang di semua SPBU di Samarinda untuk dijadikan acuan,” kata Hapi, Kamis (11/7/2019) sore.
Sementara terkait pengawasan penyaluran BBM kategori PSO di SPBU, dilakukan lewat sistem pendataan survei solar di SPBU.
Teknisnya, konsumen mengisi data, plat kendaraan, total pengisian dan diinput ke pegawai petugas untuk monitoring. Lebih lanjut ia menyebut, terdapat 5 SPBU di Samarinda yang dijadikan proyek percontohan. “Dan bertahap akan di roll out ke semua SPBU,” katanya.
Sebagai informasi, ke lima SPBU yang dijadikan proyek percontohan itu yakni :
1) SPBU 64.75205 Poros Samarinda-Balikpapan
2) SPBU 63.75201 Loa Ranten
3) SPBU 64.755.03 Tenggarong Seberang
4) SPBU 61.75102 Slamet Riyadi, Samarinda
5) SPBU 64.75119 Loa Bakung, Samarinda
Sebelumnya diberitakan, ratusan sopir truk di Kota Tepian yang tergabung dalam Gabungan Sopir Samarinda (Gass) menggelar unjuk rasa di depan Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Aksi unjuk rasa itu dimulai sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (11/7/2019) pagi tadi, dengan titik kumpul di Polder Air Hitam.
Tidak hanya datang menggelar orasi, namun sopir truk juga mengendarai truknya masing-masing. Konvoi truk dilakukan menuju Mapolresta, aksi konvoi itu pun membuat arus lalu lintas terhambat.
Humas aksi, Edi Sutanto menjelaskan, aksi tersebut dilakukan sebagai upaya membantu pihak Kepolisian untuk memberantas mafia solar di Kaltim, terutama di Samarinda
.
Pasalnya, selama ini sopir truk mengeluh kerap tidak mendapatkan solar, karena banyaknya pengetap solar yang dengan mudah mendapatkan bahan bakar tersebut di SPBU.
Banyak pengetap yang beroperasi, hal ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat, terutama sopir truk.
"Padahal solar ini kan subsidi, yang harusnya digunakan oleh masyarakat, tapi terjadi penyelewengan di lapangan," ucap Edi kepada Tribunkaltim.co pada Kamis (11/7/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gass-demo-di-samarinda.jpg)