Regulasi Penghapusan Kendaraan Jika STNK Mati 2 Tahun Berlaku Tahun Ini, Kendaraan Jadi Rongsokan

Saat ini, Korlantas Polri tengah melakukan kajian terhadap rencana regulasi penghapusan data kendaraan nasional apabila STNK Mati dua tahun

Regulasi Penghapusan Kendaraan Jika STNK Mati 2 Tahun Berlaku Tahun Ini,  Kendaraan Jadi Rongsokan
Kompas.com/Setyo Adi
Banner pengumuman peraturan penghapusan STNK yang rencananya akan berlaku tahun ini. 

TRIBUNKALTIM.CO - Saat ini, Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri tengah melakukan kajian terhadap rencana regulasi penghapusan data kendaraan nasional apabila Surat Tanda Nomor Kendaraannya atau STNK mati 2 tahun berturut-turut. 

Rencana regulasi penghapusan data apabila STNK mati 2 tahun berturut-turut ini ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini.

Regulasi penghapusan data apabila STNK mati 2 tahun berturut-turut ini rencananya akan berlaku nasional baik untuk sepeda motor maupun mobil.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri pernah mengatakan, secara aturan sudah jelas karena tertuang dalan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110.

"Karena banyak kendaraan yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan.

Sekaligus mengingatkan pemilik kendaraan untuk melakukan kewajibannya, seperti membayar pajak, sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas, perpanjang STNK, dan pengesahan STNK," ujar Refdi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dir Regident Korlantas Polri Brigjen Pol Halim Pagarra juga mengatakan demikian.

Menurut dia kebijakan baru itu akan diterapkan mulai tahun ini.

"Kita tinggal menunggu waktunya dan sedang kami persiapkan semuanya," ucap Halim kepada Kompas.com belum lama ini.

Secara aturan berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74 sebagai berikut:

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved