Cerita Komunitas 1000 Guru
Komunitas 1000 Guru Punya Konsep Traveling and Teaching, Wisata Sambil Mengajar, Ini Kegiatannya
Nah agar tertarik kami membungkusnya dengan acara traveling, jadi mengajar sambil jalan-jalan. Karena di pedalaman itu banyak sekali tempat wisata
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUN KALTIM.CO, BALIKPAPAN - Mengajar tidak hanya di sekolah dengan kondisi yang baik saja. Di manapun dan siapapun seseorang bisa belajar tanpa mengenal waktu. Bahkan salah satu komunitas bernama 1000 guru Balikpapan ini mengajar di daerah yang sulit diakses dan jauh dari daerah perkotaan.
Komunitas 1000 Guru Balikpapan sudah berdiri lebih dari empat tahun. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 26 Juli 2015 dan terdiri dari orang-orang dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Konsep program ‘Traveling & Teaching’ yang dibawa dengan harapan dapat membuka mata dan hati anak-
anak muda saat ini, yang memiliki hobi traveling agar saat berkeliling menjelajahi daerah-daerah pedalaman
Kalimantan Timur tidak hanya sekedar berwisata saja.
Namun juga meninggalkan jejak yang bermanfaat dengan berkontribusi nyata lewat kegiatan mengajar.
Pendidikan adalah konsentrasi utama perhatian 1000 Guru karena akar kemajuan suatu bangsa adalah
pendidikannya.
Mirisnya, Kalimantan Timur sebagai provinsi yang terkenal akan kekayaan hasil buminya ternyata
masih kurang dan tertinggal kualitas pendidikan anak-anak di pedalamannya.
Jumlah tenaga guru yang minim, fasilitas pendidikan yang kurang memadai, dan kondisi sekolah yang kurang layak, masih sangat banyak dijumpai di daerah-daerah pedalaman Kalimantan Timur.
Dengan adanya kondisi tersebut, 1000 Guru Balikpapan bertekad untuk berkontribusi memajukan pendidikan di pedalaman Kalimantan Timur.
Untuk itulah komunitas yang dibangun oleh Denny Burliyanto dan kawan-kawan ini sudah menuju ke beberapa daerah di Kaltim. Desa Muara Lambakan di Kabupaten Paser menjadi satu dari beberapa kegiatan yang didatangi oleh Denny Burliyanto bersama timnya.
Kegiatan yang dilakukan di desa-desa tidak hanya travelling maupun mengajar saja. Di sana mereka memberikan pengajaran, donasi dan motivasi kepada sekolah-sekolah di pedalaman. Sekaligus merekrut anak-anak muda dari seluruh indonesia.
"Nah agar tertarik kami membungkusnya dengan acara traveling, jadi mengajar sambil jalan-jalan. Karena ternyata di pedalaman itu sendiri banyak sekali tempat-tempat wisata menarik untuk dikunjungi," kata Denny Burliyanto, Sabtu (20/7/2019).
Selain itu ada juga kegiatan seperti Smart Center. Fokus dari kegiatan ini kata Denny adalah pemberian makanan bergizi kepada anak-anak dipedalaman selama 6 bulan.
Dalam tiap enam bulan itu dilakukan setiap minggu sekali. "Kunjungan dari tim kami setiap bulan sekali. Untuk sekarang akan berlangsung dari bulan Juli sampai Desember," ucap Denny Burliyanto.
Menurut Denny Burliyanto hak seorang anak di Indonesia masih kurang maksimal. Masih banyak sekali hak-hak anak-anak seperti mendapatkan kehidupan yang layak serta pendidikan sampai jenjang SMA di pedalaman pun sangat minim.
Bahkan menurut Denny Burliyanto di daerah yang masih jauh dari perkotaan ini anak-anak pun hanya lulus SD. Setelah lulus SD mereka pun bekerja membantu orangtua yang mayoritas bertani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/1000a.jpg)