Sabu 38 Kg Gagal Diselundupkan di Kaltara Diduga Berasal dari Jaringan Internasional Segitiga Emas

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Pusat memastikan aksi penyelundupan sabu 38 kilogram yang berhasil digagalkan di Tanjung Selor, Bulungan

Sabu 38 Kg Gagal Diselundupkan di Kaltara Diduga Berasal dari Jaringan Internasional Segitiga Emas
Tribunkaltim.co/ Muhammad Arfan
Polda Kaltara gelar press rilis Pengungkapan kasus tindak pidana narkotika dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak 38 kilogram di Mapolda Kalimantan Utara, Minggu (21/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - BADAN Narkotika Nasional (BNN) Pusat memastikan aksi penyelundupan sabu 38 kilogram yang berhasil digagalkan di Tanjung Selor, Bulungan, Sabtu (20/7) merupakan jaringan internasional.

Hal itu diungkapkan Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas BNN Pusat Kombes Pol Heri Istu Hariono dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bulungan, Minggu (21/7). "Melihat barang bukti yang cukup besar, dari situ jelas ini jaringan internasional," sebutnya di hadapan media.

Heri Istu menjelaskan, ada tiga pintu masuk narkotika ke Tanah Air. Untuk pasokan ke wilayah Timur Indonesia, jalur masuknya melalui Kalimantan Utara.

Untuk wilayah tengah masuk melalui Bengkayan, Kalimantan Barat. Sedang wilayah Barat, masuk melalui Aceh, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Untuk yang masuk melalui Kalimantan Utara diduga kuat sabu berasal dari Myanmar kemudian masuk Kinabalu dan Sabah, kemudian diselundupkan masuk Kaltara.

Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas BNN Pusat Kombes Pol Heri Istu Hariono dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bulungan, Minggu (21/7/2019).
Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas BNN Pusat Kombes Pol Heri Istu Hariono dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bulungan, Minggu (21/7/2019). (Tribunkaltim.co/Muhammad Arfan)

Sabu 38 kilogram yang berhasil digagalkan di Bulungan diduga berasal dari produsen yang tergabung di jaringan The Golden Triangle atau jaringan Segitiga Emas yang meliputi Myanmar, Laos, dan Thailand.

"Yang kita tengarai ini, berasal dari Myanmar, masuk wilayah Malaysia kemudian masuk ke Indonesia Timur melalui Kalimantan Utara," ujarnya.

Pengungkapan kasus sabu dalam jumlah besar kemarin menimbulkan dua fakta menarik. Pertama, pengungkapan kasus ini dengan barang bukti sabu terbanyak di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto menjelaskan, hal tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara BNN Pusat, Ditjen Bea Cukai, dan Polrea Bulungan. "Hasil tangkapan terbesar di wilayah Kaltim dan Kaltara ," ujar Andrias.

Ada fakta lain yang mengejutkan sekaligus yang menarik perhatian polisi. Penyelundup memanfaatkan suatu momen kelemahan petugas.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved