Gerindra Sadar Koalisi Pemerintah Jokowi Terlalu Gemuk, Tapi Begini Riza Patria dan Hasto
Partai Gerindra menyadari bahwa Koalisi Indonesia Kerja, yang berisi partai pendukung Jokowi-Maruf, terlalu gemuk memenuhi pemerintahan.
"Program-program dari Prabowo ini bisa disinergikan dengan program Pak Jokowi," ujar Riza.
Riza berdalih, kerja sama program bukan berarti Partai Gerindra mengemis-ngemis kursi jabatan kepada pemerintah.
"Bersinergi ini bukan berarti bagi-bagi kursi, melainkan penyatuan visi dan misi.
Itu yang namanya rekonsiliasi bersama-sama membangun bangsa," papar Riza.
Konsep kerja sama politik namun bukan koalisi ini, lanjut dia, seperti ketika menghadapi pesta demokrasi tingkat daerah, pilkada.
"Kerja sama banyak hal.
Kita pasti bekerja sama di pilkada. Ya seperti sebelumnya Gerindra dengan PDI-P bekerja sama di pilkada.
Di pilkada kita juga kerja sama dengan Golkar, Demokrat, PAN, Nasdem juga," papar Riza.
Hasto Soroti 6 Partai
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyoroti empat parpol di KIK yang menyatakan menolak masuknya "teman baru".
Menurut Hasto, jika penolakan itu datang dari peristiwa pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sokarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, maka penolakan itu kurang tepat.
Sebab, pertemuan Megawati dengan Prabowo sama sekali tidak membahas bergabungnya Gerindra ke KIK.
Apalagi membahas postur Kabinet Kerja Jilid II.
Namun satu hal yang menjadi penekanan adalah seluruh pihak harus membuka ruang kerja sama di manapun.
"Ruang kerja sama itu bisa dibangun di parlemen dan MPR, pilkada, atau dalam berbagai isu, seperti menyepakati sistem politik kita ke depan," ujar Hasto singkat kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/diplomasi-nasi-goreng-megawati-untuk-prabowo.jpg)