Breaking News:

YLKI Tegaskan Pinjol Tak Boleh Beberkan Data Nasabah ke Publik

penagih hutang melalui perusahaan fintech pinjaman online atau peer to peer lending (P2P Lending) tak mengekploitasi data pribadi nasabah ke publik.

Penulis: Nalendro Priambodo | Editor: Samir Paturusi
Istimewa
Piatur Pangaribuan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Kaltim, Piatur Pangaribuan, mengingat penagih hutang melalui perusahaan fintech pinjaman online atau peer to peer lending (P2P Lending) tak mengekploitasi data pribadi nasabah ke publik.

Hal ini berkaca pada pengalaman beredarnya foto meme nasabah perusahan fintech yang beredar di group WhatsApp, dengan nada tak senonoh karena lambat membayar cicilan beberapa waktu terkahir.

Di Balikpapan, akibat hutang piutang melalui aplikasi ini, kerabat si peminjam kerap ditelpon dengan nada teror agak mendesak si peminjam mengembalikan piutang. Jangan sampai kata dia, cara ini, mengembangkan sistem rentenir, terlebih tak beretika.

"Di bank, yang besar saja, jatuh tempo miliaran, (data pribadi nasabah) tidak diekspos ke publik," tutur Piatur melalui sambungan telepon, Jumat (26/7/2019).

Dia menduga, data diri nasabah perusahaan fintech pinjaman online (pinjol) bisa dipantau penyedia aplikasi seiring pengunduhan aplikasi ini.

Akademisi hukum Universitas Balikapapan ini menilai, jika ada kasus data pribadi nasabah sengaja diekspos apalagi sampai menjurus teror dalam proses penagihan, bisa masuk dilaporkan ke polisi atas dasar perbuatan tak menyenangkan.

Dia mendesak Otoritas Jasa Keuangan, baik di pusat maupun di Kaltim  serius jemput bola. Tidak hanya menutup fintech pinjaman online ilegal, tapi bersinergi dengan kepolisian menindaklanjuti laporan warga yang keberatan. Apalagi, belum ada aturan tegas soal besaran bunga dalam industri ini.

Karena masuk dalam delik aduan, Piatur menyarankan masyarakat yang dirugikan membuat laporan ke kepolisian terdekat, atau berkoordinasi dengan YLKI Kaltim yang beralamat di jalan Pupuk, Balikpapan. (*).

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:

Baca juga:

Merasa Bukan Hak, Megawati Tak Bisa Penuhi Keinginan Prabowo saat Bertemu, Minta Langsung ke Jokowi

TIMNAS INDONESIA U 15, Bima Sakti Minta Dukungan dan Doa, Berjuang di Piala AFF U-15 2019

Polisi Tembak Polisi Saat Tangani Terduga Pelaku Tawuran, 4 Kali Terdengar Letusan Senjata Api

Sempat Dijuluki Ibu Cinta Karena Adopsi 118 Anak, Ternyata Penipu dan Cuma Jadi Kedok Raup Uang

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Hari Raya Idul Adha 2019, Simak Keutamaan dan Niatnya

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved