Pilpres 2019
Mampu Atasi Radikalisme dan Intoleransi yang Dera ASN dan BUMN, Sosok Ini Dinilai Pas jadi Menteri
Sosok tersebut dinilai layak jadi Menteri BUMN setelah melihat gebrakannya yang terus fokus dan konsisten bicara bahaya radikalisme dan Intoleransi.
TRIBUNKALTIM.CO - Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) mendorong Haidar Alwi untuk masuk Kabinet Indonesia Kerja II Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Menteri BUMN.
Koordinator ARJ, Aidil Fitri menyatakan dukungan pada R Haidar Alwi karena gebrakannya saat menjabat sebagai Penanggung Jawab di Aliansi Relawan Jokowi.
"Sehubungan dengan pernyataan dari Pak Jokowi bahwa Partai Politik dan Relawan dipersilakan memberi usulan calon menteri, maka saya Aidil Fitri yang saat ini menjabat sebagai Kordinator ARJ bersama sekitar 800 Ketum Organ di ARJ akan memberikan dukungan dan mengusulkan Bapak R. Haidar Alwi sebagai menteri BUMN," ujar Aidil Fitri melalui keterangan tertulis, Minggu (28/7/2019)
Aidil Fitri menganggap Haidar Alwi sebagai sosok yang pas untuk menjabat Menteri BUMN setelah melihat gebrakannya yang terus fokus dan konsisten bicara bahaya radikalisme dan Intoleransi.
Apalagi menurut Aidil berdasarkan survei terbaru sebahagian besar ASN dan BUMN sudah terpapar paham Radikalisme.
Menurut Aidil lagi ini sangat berbahaya untuk negeri ini.
Untuk itu Aidil menganggap sosok Haidar Alwi mampu memberantas Radikalisme dan Intoleransi ditubuh ASN dan BUMN.
"Menurut kami sosok calon "pembantu" presiden dan wakil presiden dalam Kabinet Indonesia Kerja II ini harus berani, punya integritas, kapabilitas, mampu menjawab tantangan jaman (progresif), nasionalis, berdedikasi, loyal serta setia kepada ideologi Pancasila dan NKRI. Kami anggap Pak Haidar Alwi sebagai sosok terbaik yang mampu membuat banyak perubahan di Kementerian BUMN khususnya terkait masalah Radikalisme dan Intoleransi," tutur Aidil.
"Pak Haidar ini sosok yang berani, loyal dan setia kepada Pancasila dan NKRI. Apalagi selama ini beliau sangat aktif bicara tentang bahaya Radikalisme dan Intoleransi dimana-mana selain mempertimbangkan leadership, kecepatan gerak, kemampuan mengambil risiko, kemampuan manajerialnya," pungkas Aidil.
Aidil sendiri mengaku saat ini sekitar 800 Ketua Umum Organ yang tergabung di dalam ARJ sedang melakukan konsolidasi sebagai bentuk dukungan mereka kepada R. Haidar Alwi.
Wapres Terpilih Maruf Amin Akhirnya Ungkap Soal Menteri Kabinet
Wakil Presiden terpilih Maruf Amin akhirnya bicara soal menteri Kabinet Jokowi-Maruf, mulai dari komposisi, kumpulkan nama, hingga kriteria.
Wakil Presiden terpilih 2019-2024, KH Maruf Amin mengaku masih mengumpulkan sejumlah nama yang dianggap mampu mengemban tugas sebagai menteri membantu tugas presiden dan wakil presiden.
Ditemui usai menghadiri Milad MUI ke-44, Sabtu (27/7/2019) di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Maruf Amin menyatakan belum ada keputusan definitif soal susunan kabinet pemerintahannya dengan Jokowi.
"Sekarang ini kan masih mengumpulkan, calon-calonnya lagi dikumpulkan," ungkap Maruf Amin.
Baca juga :
Saat yang Lain Ngebet Menteri, Tokoh Pendukung Jokowi di Pilpres Ini Malah Pikir-pikir Bila Ditawari
Paparannya Terkesan Yakin Dapat Jatah Menteri, Ketua DPP Gerindra Langsung Klarifikasi ke Aiman
Senada dengan Jokowi, Maruf Amin menuturkan koposisi kabinet bakal seimbang 60:40 atau 50:50 antara profesional dengan kalangan partai.
Maruf Amin menegaskan kader partai banyak pula yang profesional sehingga tidak perlu diributkan banyak dari partai atau tidak.
"Yang penting ada terwakilkan. Artinya politik dan non-politik. Dari politik juga ada yang profesional," tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Presiden Jusuf Kalla berujar masih ada waktu untuk Jokowi dan Maruf Amin menyusun kabinet terbaik versi mereka.
"Kan masih ada waktu kurang lebih tiga bulan, kurang sedikit," ujar Jusuf Kalla menambahkan.

Meraba Peluang Putri Maruf Amin, Siti Nur Azizah Jadi Walikota Tangsel, Peluang Nama Besar Sang Ayah
Ikuti Jejak Ayah yang Sukses Terpilih Jadi Wapres, Putri Maruf Amin Ingin Jadi Walikota
Jokowi minta nama kandidat menteri disodorkan
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh partai koalisi untuk menyerahkan kandidat untuk diusulkan sebagai calon menteri agar diserahkan kepada dirinya.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani usai pembubaran TKN Jokowi-Maruf Amin di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).
"Pak Presiden (red-Jokowi) hanya mengatakan silakan semua partai relawan yang punya kandidat yang bagus untuk diusulkan jadi menteri silakan disampaikan," kata Arsul Sani menyampaikan pesan Jokowi.
Arsul Sani juga mengatakan, Jokowi meminta kepada parpol koalisi mengirimkan nama kandidat menteri yang bagus.
Jokowi, kata Arsul, membeberkan kriteria calon menteri yang akan dipilih masuk kabinet.
"Tadi kan beliau sebutkan kriterianya adalah orang yang punya leadership, mau bekerja keras, punya kemampuan untuk eksekusi program dan tentu integritas ya silakan diusulkan kepada saya (Jokowi) saya terbuka. itu yang beliau sampaikan," ucap Arsul.
Selain itu, Jokowi sangat terbuka bagi calom menteri dari luar parpol koalisi.
Yakni, para relawan yang telah bekerja saat kampanye Pilpres 2019.
"Beliau teebuka untuk menerima usulan calon menteri dari semua kelompok pendukungnya. tidak hanya parpol," jelas Arsul.
Akan kumpulkan ketua Parpol
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan para ketua umum partai politik yang mendukungnya dalam kontestasi Pilpres 2019 untuk membahas susunan kabinet.
"Dibahas kalau sudah waktunya akan mengundang bicata khusus mengenai itu (susunan kabinet)," ujar Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Menurutnya, saat ini sedang mengatur waktu pertemuan dengan para ketua umum partai pendukung.
"Hanya memang kita ini kan mengatur kapan ketemunya. Kalau sudah sangat urgen ya lima menit saja, kita telepon-teleponan sudah kumpul kok," katanya.
Jokowi mengaku sudah meminta partai koalisi memberikan nama kadernya untuk dipertimbangkan menjadi menteri.
"Sudah diminta tapi banyak yang belum ngasih," ucap Jokowi.
Sementara kriteria para menteri ke depan, kata Jokowi, dibutuhkan sosok menteri yang berani melakukan eksekusi program secara cepat.
"Eksekutor kuat, tahu manajemen, artinya manajerialnya baik, memiiki keberanian dan urusan yang lain-lain masalah integritas dan lain-lain," papar Jokowi.
TKN Telah Resmi Dibubarkan
Jokowi bersama cawpres terpilih Ma'ruf Amin secara resmi telah membubarkan Tim Kampanye Nasional (TKN) di Restoran Seribu Rasa, Jakarta.
Jokowi menilai, TKN telah bekerja secara maksimal secara bersama sehingga menghasilkan kemenangan dirinya bersama Ma'ruf dalam Pilpres 2019.
"Terimakasih karena kerja keras pagi, siang, malam," ucapnya.
Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun melihat kinerja TKN yang dipimpin Erick Thohir telah berjalan baik.
"Ya manajemen bagus. Pengaturan dari satu tempat ke tempat lain juga sangat rapi," kata Jokowi.
Prediksi Nama-nama Menteri yang Terlempar
Sejumlah menteri dalam kabinet Jokowi-Jk diperkirakan tak lagi mengisi kabinet Jokowi-Maruf Amin.
Dikutip dari Kompas.com yang mengutip dari JakartaPost, prediksi ini didasarkan atas teguran Jokowi kepada sejumlah menteri dalam sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).
Teguran Jokowi itu disampaikan secara terbuka.
Empat menteri yang ditegur Jokowi yakni Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil.
Diketahui, tahun ini Darmin berusia 70 tahun, Rini 61 tahun dan Jonan 56 tahun.
Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menyatakan, teguran Jokowi adalah sinyal bahwa keempat menteri yang disebutkan akan kehilangan pekerjaan mereka.
“Beberapa presiden sebelumnya sejak era Soeharto melakukannya. Para menteri yang mendapat teguran biasanya akhirnya tidak bergabung dengan kabinet berikutnya," kata Masinton, sebagaimana dikutip Jakarta Post sebagaimana dikutip Kompas.com.
Jokowi-Maruf juga diperkitakan tidak akan memakai lagi menteri-menteri yang terindikasi tersangkut kasus korupsi.
Menteri yang terindikasi tersangkut kasus korupsi yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dari PKB, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dari Partai Nasdem.
Ketiganya berstatus saksi dalam tiga perkara berbeda di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Imam pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kemenpora.
Lukman juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur.
Begitu juga dengan Enggar yang beberapa kali dipanggil penyidik KPK untuk bersaksi dalam kasus dugaan suap terkait kerja sama penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG). Namun, panggilan itu belum terpenuhi.

Saat yang Lain Ngebet Menteri, Tokoh Pendukung Jokowi di Pilpres Ini Malah Pikir-pikir Bila Ditawari
Paparannya Terkesan Yakin Dapat Jatah Menteri, Ketua DPP Gerindra Langsung Klarifikasi ke Aiman
Jokowi segera umumkan susunan kabinet
Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma'ruf Amin dilantik menjadi presiden dan wakil presiden 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 mendatang.
Di sisa tiga bulan waktu sebelum pelantikan, ternyata Presiden Jokowi sudah menyiapkan nama-nama menteri hingga menyusun komposisi menteri untuk di kabinetnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut akan secepatnya mengumumkan kabinet barunya itu ke publik.
"Sudah (menyusun kabinet), secepatnya (diumumkan)," kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (12/7/2019).
Bicara soal komposisi menteri, Jokowi mengatakan komposisi kabibet berasal dari kalangan partai dan profesional dengan pembagian 40-60 atau 50-50.
"Kira-kira 40-60 atau 50-50, nanti dilihat saja," singkatnya.
Sebelumnya, Jokowi bersuara soal susunan kabinet hingga komposisi menteri untuk periode 2019-2024.
Dia pun tidak menampik sudah menyusun kabinet yang terdiri dari komposisi kalangan partai dan profesional.
"Sudah, sudah ada (susunan kabinet)," ucap Jokowi.
Ketika ditanya apakah menteri yang ada saat ini banyak yang kembali dipakai atau dipertahankan sebagai pembantunya di kabinet, Jokowi menjawab banyak, hanya saja dia enggan membocorkan siapa menteri-menteri yang bakal kembali ikut mengisi kabiner kerja jilid II.
"Banyak (menteri yang bertahan)," singkatnya.
Presiden terpilih ini juga tidak mempermasalahkan sejumlah partai pendukungnya yang meminta kursi menteri.
Jokowi terpilih kembali menjadi presiden bersama Ma'ruf Amin didukung PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura, PSI, Perindo, PKPI hingga PBB.
Sejumlah partai terang-terangan sudah menuntut jatah kursi menteri di Kabinet Kerja jilid II pada Presiden Jokowi. Jokowi sendiri menanggapi santai hal tersebut.
Banyak menteri yang bertahan
Dia pun tidak menampik sudah menyusun kabinet yang terdiri dari komposisi kalangan partai dan profesional.
"Sudah, sudah ada (susunan kabinet)," ucap Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (12/7/2019).
Ketika ditanya apakah menteri yang ada saat ini banyak yang kembali dipakai atau dipertahankan sebagai pembantunya di kabinet, Jokowi menjawab banyak, hanya saja dia enggan membocorkan siapa menteri-menteri yang bakal kembali ikut mengisi kabiner kerja jilid II.
"Banyak (menteri yang bertahan)," singkatnya.
Presiden terpilih ini juga tidak mempermasalahkan sejumlah partai pendukungnya yang meminta kursi menteri.
Diketahui parpol yang secara terang-terangan meminta jatah menteri yakni PKB, NasDem, hingga PPP. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nama Ini Diusulkan Aliansi Relawan Jokowi untuk Posisi Menteri BUMN