Liga Indonesia

Kalah dari Arema FC, Pelatih Persib Bandung Singgung Teror dan Kabar Pertandingan tak Dilanjutkan

Persib Bandung tak berdaya saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (30/7) malam

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Robert Rene Alberts 

Selain itu kata Robert, setelah latihan resmi mereka juga menyalakan petasan ke arah bus yang ditumpangi tim Maung Bandung.

“Kemudian saat pagi hari di hotel, mereka mengganggu kamu, tidak ada polisi saat itu, kami di lobi menunggu polisi sampai polisi datang,” ujar pelatih asal Belanda ini.

“Kami juga sudah mengirim surat ke PSSI mengenai apa yang terjadi, tapi kami tetap harus bermain sesuai dengan aturannya,” ucapnya.

“Ketika siang kami masuk ke baracuda, polisi bilang tidak bisa langsung ke stadion, polisi bilang pertandingan tidak dilanjutkan,” kata dia.

Robert menjelaskan, polisi memperlihatkan surat yang menyebut pertandingan digelar pukul 15.30.

“Tapi ketika menunggu tidak mungkin tiba di stadion dan menunggu lagi instruksi dari manajemen di Bandung, untuk keputusan apa yang diambil,” ujar dia

Satu jam kemudian, kata Robert, polisi datang lagi dan timnya telat ke stadion.

“Maka kami datang ke stadion dengan di bawah tekanan. Kami protes dan mempertanyakan kenapa even lain bisa ditunda sementara kami tidak,” kata Robert Alberts.

Robert mengaku, untuk pertandingan tidak ada masalah, para pemain menunjukkan permainan terbaiknya.

“Kami hanya tidak mempersiapkan dengan baik karena segala sesuatu yang terjadi sejak kemarin,” kata dia.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved