3.000 Dus Keramik Tak Terpakai; Kusam dan Berdebu di Sayap Kanan Stadion KM 5
Disusun secara vertikal, keramik ungu yang kusam dan berdebu seperti barang tak berguna.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Lebih dari 3.000 dus keramik memenuhi sayap kanan Stadion Km 5 Tanah Grogot.
Semuanya berukuran 60 x 60 centimeter, warnanya pun ungu semua.
Namun warna itu terlihat kusam oleh debu yang menempel dipermukaan keramik.
Setidaknya dua tahun ribuan keramik itu menghuni Stadion Km 5, karena tidak jadi dipakai untuk melapisi lantai halaman Masjid Agung Nurul Falah Tanah Grogot.
Disusun secara vertikal, keramik ungu yang kusam dan berdebu seperti barang tak berguna.
Sejumlah pihak telah mengajukan permohonan untuk memanfaatkan keramik itu ke rumah ibadah atau lainnya.
Seperti masjid, mushalla, atau pondok pesantren (ponpes), tetapi sampai sekarang belum ada kabarnya.
“Kita sudah mengusulkan permohonan pemanfaatan keramik itu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser. Itu karena keramik diletakan di Stadion Km 5, yang masih dalam kewenangan DPUTR,” kata Rahmat selaku salah satu pemohon, Kamis (1/8/2019).
Terkait permohonan itu, Kabid Cipta Karya DPUTR Paser Arya Widhiyasa membenarkan adanya proposal permohonan pemanfaatan keramik.
“Itu (keramik) eks Masjid Agung Nurul Falah, kita dititipi saja. Karena keramik itu dibeli dari anggaran daerah, maka jadi bagian aset daerah,” kata Arya.
Dengan begitu, lanjut Arya, proposal permohonan yang benar adalah ditujukan kepada Bupati Paser melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Paser.
“Kalau ada persetujuannya, kita antar untuk mengambil barangnya di Stadion Km 5,” sambungnya.
Sebenarnya proses pembangunan Stadion Km 5 juga bisa memanfaatkan keramik tersebut.
Jika tidak ingin terkesan semua berwarna ungu, maka bisa dikombinasikan dengan keramik warna lain.
Ditambah dengan kegiatan pengecatan, ruangan-ruangan di Stadion Km 5 sudah bisa dimanfaatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/keramik.jpg)