Indikator Makro Ekonomi dan Pembangunan Kalimantan Utara 2020, Begini Bentuk Proyeksi Fiskal
Kalimantan Utara selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang impresif, rata-rata di atas 6 persen per tahun.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Memantapkan Kalimantan Utara sebagai Wilayah perbatasan yang Berdaya Saing' merupakan tema pembangunan Kalimantan Utara atau Kaltara tahun 2020 nanti.
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Pemprov Kalimantan Utara telah menentukan target indikator makro ekonominya.
Pertumbuhan ekonomi misalnya, dipasang target sebesar 7,00 persen. Target tersebut jauh di atas target ekonomi nasional yakni di range 5,3-5,5 persen.
"Target 7,00 persen tersebut kita patok tentu dengan melihat peluang investasi tahun depan. Kenaikan lifting migas juga akan memberi peluang pertumbuhan ekonomi yang positif," kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Kamis (1/8/2019).
Dalam beberapa tahun terakhir, Kalimantan Utara selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang impresif, rata-rata di atas 6 persen per tahun.
"Kita bahkan beberapa kali sebagai provinsi di Kalimantan dengan pertumbuhan ekonomi paling berdasarkan catatan Bank Indonesia maupun Badan Pusat Statistik," ujarnya.
Adapun inflasi, ditargetkan sebesar 3,00 persen.
Target tersebut masih di tengah-tengah target nasionalnya sebesar 2,0-4,0 persen.
Pemprov juga memberi target pembangunan diantaranya menekan tingkat pengangguran terbuka hingga menjadi 4,60 persen, angka kemiskinan 5,84 persen, gini ratio 0,299 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 71,28 persen.
Adapun arah kebijakan provinsi, disesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional.
Dalam hal pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan, Pemprov Kalimantan Utara berkomitmen mempercepat penanggulangan kemiskinan dan kemandirian penyandang masalah kesejahteraan sosial.
"Juga akan ditingkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengarusutamaan gender dalam pembangunan," ujarnya.
Dalam hal peningkatan nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, Pemprov merujuk pada upaya pembangunan ekonomi berkekanjuta, pengembangan UMKM, peningkatan kesempatan dan kualitas kerja, serta peningkatan daya tarik beri berinvestasi.
"Percepatan pembangunan desa secara terpadu juga akan ikut menumbuhkan ekonomi kita," ujarnya.
Yang tidak kalah penting ialah program penguatan konektifitas dan pemerataan melalui pelayanan peningkatan infrastruktur wilayah yang terintegrasi dengan tata ruang.
