Smartphone
Smartphone China Mulai Merajai Pasar, Eksistensi iPhone Mulai Meredup Muncul Huawei Xiaomi
Penutup lima besar lagi-lagi diisi oleh vendor asal China, yakni Vivo yang tumbuh tipis dari 7,3 persen menjadi 7,5 persen.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Saat ini persaingan di industri smartphone sangat ketat.
Siklus produk makin pendek dan makin cepat, membuat vendor harus lebih sering mengelaurkan produk-produk terbaru.
Seiring kemajuan teknologi, fitur juga makin lengkap dan bisa didapatkan dengan harga lebih terjangkau.
Fenomena itu disambut baik oleh vendor smartphone asal China.
Vendor ponsel asal China mendominasi lima besar produsen smartphone global.
Menurut laporan terbaru dari Counterpoint Research, China menyumbang lebih dari seperempat pengapalan smartphone global ke seluruh dunia.
Angka ini sejatinya turun 9 persen dari tahun ke tahun (YoY).
Selain China, Korea Selatan dengan Samsung-nya juga semakin memantapkan diri sebagai pemimpin smartphone global.
Hal ini membuat iPhone semakin terhimpit karena mengalami penurunan pengapalan.
Menurut Counterpoint Research, meski masih menempati posisi ketiga, pengapalan iPhone menurun dari 41,3 juta di kuartal II tahun lalu menjadi 36,4 juta pada periode yang sama tahun ini, atau sekitar 11 persen.
Namun menurut CEO Apple, Tim Cook, tren penjualan iPhone mengalami peningkatan.
Meskipun dia mengakui bahwa pengapalan dan pendapatan semakin menurun.
Sebelumnya, Apple mengumumkan pendapatan iPhone turun 13,2 persen secara YoY.
Dominasi Vendor China dan Samsung
Di saat Apple semakin terdesak, ponsel China dan Samsung semakin agresif.