Senin, 20 April 2026

Andre Rosiade Bantah Gerindra Sodorkan Nama Menteri ke Jokowi, Begini yang Sebenarnya Terjadi

Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade membantah partainya meminta jatah menteri menteri maupun kursi Ketua MPR RI kepada Presiden Jokowi.

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Kolase Tribunnews
Arief Poyuono Sebut Prabowo, Jokowi, dan Megawati Bakal Bertemu Rabu (24/7/2019) Siang, Benarkah? 

Prabowo dan Megawati akur kembali setelah berseteru di dua edisi Pilpres.

Ada sejarah panjang antara Gerindra dan PDI Perjuangan, diprediksi, keduanya kembali bergandeng tangan di Pilpres 2024.

Meski sudah dua kali saling berhadapan di pilpres, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sebenarnya punya hubungan manis.

Sejarah mencatat bagaimana hubungan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sejak tahun 2004 keduanya pernah bersanding di pelaminan politik.

Gerindra dan PKS Harmonis! Bisa Nyambung di Pilwali Balikpapan 2020, Sabaruddin:Mereka Koalisi Abadi

Akbar Faizal Berapi-api Sebut Prabowo dan Jokowi tak Mesti Satu Bahasa, Kapitra Ampera Sindir Nasdem

Rocky Gerung Sebut PA 212 Bukan Permainan Politik Prabowo, Tapi Karena Sikap Presiden Jokowi

Saat Mega menjadikan Prabowo pasangannya di pilpres kala itu.

Demikian juga saat di Solo, Partai Gerindra, PDIP dan PAN serta PKS mendukung Jokowi sebagai calon walikota.

Alhasil Jokowi terpilih menjadi walikota Solo.

Tidak hanya disitu saja, setelah itu pilgub DKI Jakarta kembali perkawinan politik antara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra dengan mengusung Jokowi-Ahok.

"Saya menilai antara PDI-P dan Gerindra masih ada hubungan emosional jika benang merah ditarik kembali," ujar Pengamat Politik Jerry Massie saat berbincang dengan Tribunnews, Senin(29/7/2019).

Karena sejarah yang manis itulah diprediksi kemungkinan besar partai Gerindra akan masuk ke koalisi Jokowi-Maruf Amin.

"Ada indikasi kuat gabung bagi saya Megawati sulit menolak," kata Jerry.

Lalu bagaimana dengan jatah kursi di kabinet atau lembaga pemerintahan?

Jerry memandang kuota jatah kursi tersebut bisa diperoleh Gerindra, bisa juga tidak.

Gerindra bergabung dengan koalisi Jokowi-Maruf semata-mata hanya demi kepentingan pilpres tahun 2024 mendatang.

Bisa saja nanti Prabowo melirik kader PDI Perjuangan untuk pilpres 2024.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved