Kisah Tragis Siswi SMA Korban Rudapaksa, 'Dibunuh' saat Mau Bersaksi untuk Kasus yang Menimpanya
Selintas tak terlihat mencolok. Namun setelah diperhatikan dengan saksama, barulah jelas: eorang gadis dengan satu kaki ditekuk ke kiri
James ditangkap dengan empat tuduhan tindak pidana seksual tingkat ketiga.
Namun ia mengaku tidak bersalah dan bebas karena jaminan. Tapi ia kehilangan pekerjaan di sekolah itu dan disuruh menjauh dari Mujey.
Keputusan itu jatuh pada bulan April dan tak seberapa lama Mujey menghilang. Terakhir terlihat ia menuju ke halte bus dalam perjalanan ke rumah.
Baca juga :
Bayar Utang Teman Rp200ribu, Gadis di Lampung Ini Dirudapaksa di Gubuk, Kedua Pelaku Masih ABG
Rudapaksa Nenek 9 Cucu, Remaja 18 Tahun di Kalbar Ditangkap, Ancaman Pelaku Buat Korban Tak Berdaya

Diperkosa di tiga lokasi
Mujey lahir di Sierra Leone dari sebuah keluarga asal Liberia, yang melarikan diri dari perang saudara. Tetapi di Sierra Leone, mereka pun mengalami peperangan juga. Keluarga Mujey masih dapat mengingat kelaparan, peluru beterbangan, orang-orang tidur di pinggir jalan, dan rumah-rumah yang ditinggalkan. Kota itu menjadi tempat yang berbahaya baagi gadis dan perempuan, karena kasus pemerkosaan merajalela.
Keluarga Mujey akhirnya tinggal di kamp pengungsian, dengan pakaian bekas dan makanan yang disediakan oleh PBB. Tetapi ketika Mujey berusia tiga tahun, UNHCR memindahkan keluarga ini ke AS. Ketika mereka tiba di Michigan, mereka merasa seperti bisa bernapas lagi. Bibi Mujey, Najah Konneh (28), merasa mereka sudah aman dan mendapatkan kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik.
Mujey tumbuh sebagai gadis mungil yang manis, kata Jainya Sannoh (42), bibi yang lain. Ia selalu menginginkan orang-orang di sekitarnya merasa nyaman, baik, dan dicintai, sehingga ia sering memuji. Ia juga senang menjadi “putri”, anak yang paling tua diantara sepupu-sepupunya, dan takut seorang anak perempuan lain dilahirkan, yang akan membuatnya harus berbagi gelar.
“Dia selalu memberitahuku, 'Bu, apakah kamu tahu aku seorang bintang? Bu, apakah kamu tahu aku suatu hari akan menjadi superstar? ‘” kata ibunya, Farmata Corneh (32). Ini berlangsung selama bertahun-tahun, sampai Mujey beralih keinginan untuk menjadi perawat. Pada bulan-bulan sebelum dia meninggal, dia mengatakan ingin menjadi seorang perwira polisi.
Sampai kemudian cerita bermula ketika Mujey berusia 15 tahun. Sekolah sedang libur musim panas dan ia bertemu dengan seorang pria yang dikenalnya melalui Facebook. Pria bernama DaQuarius Bibbs atau DQ itu berusia 17 tahun.
Lelaki ini berasal dari Saginaw, sebuah kota yang berjarak dua jam perjalanan dari Grand Rapids. Namun pada musim panas itu, DQ tinggal bersama bibinya di pinggiran kota yang berjarak sekitar 10 km dari tempat tinggal Mujey. Turut tinggal di rumah itu tunangan bibinya, Quinn James.
DQ dan Mujey saling berkirim pesan selama berminggu-minggu sebelum akhirnya bertemu pada akhir Juli 2017. Pada “kopi darat” pertama mereka, James mengantar pasangan muda ini berkeliling.
Baca juga :