Harga Sayur Kembali Normal, Kangkung, Kacang Panjang dan Sawi Putih Membanjiri Pasar
Seperti sayur kangkung, kacang panjang, sawi putih dan lainnya, mulai membanjiri pasar. Pasokan yang cukup banyak di tengah cuaca yang mendukung
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Memasuki bulan Agustus 2019, Bank Indonesia Balikpapan mencatat penurunan harga atau deflasi sebesar -0,08% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Juni 2019 yang sebesar 0,96%.
Penurunan harga tersebut dipincu dari harga sayuran yang kini mulai stabil.
Seperti sayur kangkung, kacang panjang, sawi putih dan lainnya, mulai membanjiri pasar. Pasokan yang cukup banyak di tengah cuaca yang mendukung.
Bimo Epyanto Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan mengatakan, inflasi bulan Juli 2019 juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan Juli selama 3 tahun terakhir yang tercatat sebesar 0,51% (mtm).
Deflasi pada bulan Juli 2019 disebabkan oleh normalisasi harga komoditas sayuran yang ditopang oleh kecukupan pasokan dan penyesuaian angkutan udara.
Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 1,87% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan inflasi Kalimantan Timur dan onal yang sebesar 2,08% (yoy) dan 3,32% (yoy).
"Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi bulan Juli 2019 didorong oleh kelompok Bahan Makanan yang memberikan andil deflasi terbesar yaitu -1,03% (mtm), dipicu oleh kembali normalnya harga komoditas sayuran seperti tomat sayur, kacang panjang, sawi hijau, bayam dan kangkung seiring dengan kecukupan pasokan di tengah kondisi cuaca yang mendukung." kata Bimo Epyanto Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan.
Pada saat yang sama, kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan juga menjadi kelompok komoditas kontributor deflasi dengan andil sebesar -0,05%, yang disumbang oleh masih berlanjutnya penyesuaian harga angkutan udara setelah periode peak season beberapa bulan sebelumnya.
Sementara itu, laju deflasi bulan Juli 2019 tertahan oleh kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga yang memberikan andil inflasi sebesar 0,08% didorong oleh kenaikan biaya pendidikan sekolah (SD, SMP dan SMA) menjelang momen tahun ajaran baru.
"Momen tersebut juga mendorong tingginya permintaan terhadap perlengkapan pendukung untuk sekolah yang berdampak terhadap inflasi kelompok Sandang dengan sumbangan inflasi sebesar 0,02%," ungkap Bimo Epyanto Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan.
Ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi, diantaranya Masuknya musim kemarau di daerah pemasok.
Ditambah, peningkatan konsumsi masyarakat dalam momen HBKN (Idul Adha) dan Perayaan HUT RI.
Sebagai upaya pengendalian inflasi daerah dan memitigasi tekanan risiko inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan telah mengambil beberapa upaya pengendalian harga terutama menghadapi kenaikan harga pada bulan Juli 2019 yaitu Menyelenggarakan High Level Meeting TPID Kota Balikpapan untuk mengevaluasi pengendalian inflasi Semester I 2019 dan mengantisipasi risiko inflasi Semester II 2019.
"Menyelenggarakan program Gerakan Wanita Matilda (Mandiri, Terampil dan Berdaya) untuk pengendalian inflasi dari sisi ekspektasi dan ketahanan pangan melalui urban farming,. Serta, mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Nasional dan Wilayah Kalimantan," ujar Bimo Epyanto Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan.
Bimo Epyanto Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan pun, akan melakukan pemantauan komoditas secara berkala melalui sistem Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kangkang.jpg)