Pendidikan

Usulan Rektor Asing di Perguruan Tinggi Indonesia, Rektor ITK Balikpapan: Setuju Kalau Ada yang Mau

Presiden Joko Widodo mendukung rekrutmen rektor asing di sejumlah perguruan tinggi negeri. Rektor ITK Balikpapan tebak rektor asing tak ada yang mau.

Usulan Rektor Asing di Perguruan Tinggi Indonesia, Rektor ITK Balikpapan: Setuju Kalau Ada yang Mau
Tribunkaltim.co/ Budi Susilo
Prof Ir Budi Santosa Purwokartiko Ph.D, Rektor ITK Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Belakangan ini usulan mengenai rektor asing memimpin perguruan tinggi di Indonesia menjadi topik yang ramai diperbincangkan. Termasuk Prof Ir Budi Santoso Purwokartiko Ph.D, rektor ITK, Intitut Teknologi Kalimantan, yang memberikan pendapat soal rektor asing ini.

Kampus ITK ini merupakan perguruan tinggi negeri yang ada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kelahiran Kampus ITK pada 6 Oktober 2024, dimulai dari munculnya Peraturan Presiden RI Nomor 125 Tahun 2014 mengenai Pendirian ITK sebagai perguruan tinggi negeri baru bidang teknologi di wilayah kawasan Indonesia Tengah.

Usulan mengenai rektor asing berada di perguruan tinggi negeri di Indonesia pertama kalinya dihembuskan oleh Presiden Joko Widodo.

Ide ini terkait dengan keprihatinan Presiden Joko Widodo atas kondisi pola pendidikan di Indonesia, perlu ada terobosan baru mendatangkan rektor asing.

Menyadur dari Kompas.com, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir mengatakan, Presiden Joko Widodo mendukung wacana rekrutmen rektor asing di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Menurut Nasir, rektor asing diperlukan lantaran dunia kian kompetitif.

"Presiden Joko Widodo sampaikan ke saya jalan terus Pak Menteri, era kita era kompetisi," ujar Nasir di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019).

Ia menambahkan, dirinya merencanakan rekrutmen rektor asing untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia sejak 2016.

Hal itu berangkat dari sepak terjang Nanyang Technological University (NTU) di Singapura yang kualitasnya melejit tajam lantaran dipimpin oleh rektor asing yang kompeten.

Hal itu, kata Nasir, juga dilakukan oleh sejumlah negara Asia lainnya seperti China dan Arab Saudi.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved