Sabtu, 16 Mei 2026

Beri Minum Kopi Kepada Anak Dipercaya Redahkan Kejang, Ternyata Malah Datangkan Penyakit Ini

Ternyata memberikan kopi kepada anak saat kejang ternyata hanya mitor belaka. Memang selama ini salah satu cara untuk menghilangkan anak kejang

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO(KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi Kopi. 

TRIBUNKALTIM.CO-Ternyata memberikan kopi kepada anak saat kejang ternyata hanya mitor belaka. Memang selama ini  salah satu cara untuk menghilangkan anak kejang, dengan meminumkan kopi.

Selain itu, juga ada kepercayaan bahkan untuk meredakan cekukan kepada anak, juga cukup diberikan kopi untuk diminum.

Namun ternyata memberikan kopi kepada anak malah akan berdampak buruk yang mengakibatkan penyakit lain. 

dr Syarif Rohimi SpA(K), dokter spesialis anak dan Konsultan Jantung Anak Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita tak menampik kepercayaan itu.

Namun secara tegas, Syarif menyampaikan bahwa memberikan anak kopi agar tidak kejang atau cegukan berlebihan hanya mitos belaka.

Sebab pemberian kopi atau kafein pada anak justu dapat membuatnya berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.

 Kardiovaskular adalah kondisi di mana terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, atau stroke.

"Jangan berikan anak kopi supaya tidak kejang karena itu justru akan menyebabkan penyakit kardiovaskular. Itu memang kebiasaan jaman dulu diberikan kopi."

Demikian Syarif saat ditemui di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta Selatan.

"Bahkan saya pernah punya pasien yg anaknya justru harus dirawat dahulu di ICU karena nadinya terlalu cepat," tambah Syarif seperti yang dilansir dari Tribunmanado.co.id

Kenalkan Literasi pada Anak Sejak Dini, DPK Ajak Murid TK se-Bontang Kunjungi Perpustakaan Kota

Mengaku Dikerjai Anak Buah, JKP Gunakan Hasil Penipuan untuk Bayar Utang

Namun sayangnya kopi atau kafein justru berbahaya untuk anak-anak.

Sebab kafein dapat menyebabkan kegugupan dan kegelisahan, sakit perut, sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, hipertensi, gangguan saraf, kesulitan tidur, detak jantung lebih cepat dan tekanan darah tinggi.

Hari Ini Puasa Tarwiyah, Besok Puasa Arafah, Berikut Niat dan Keistimewaan Melaksanakannya

Geri Situmorang Dikenal Anak Yang Baik, Rencananya Hari Ini Dikebumikan di KM 15 Balikpapan Utara

Kafein juga bisa memberikan peluang kegemukan 3 kali lipat lebih besar pada balita, khususnya usia dua tahun yang telah diberikan kopi atau teh.

Selain itu, terlalu banyak konsumsi kafein dapat menyebabkan gigi berlubang dari kandungan gula tinggi dan erosi email gigi dari keasaman.

 Sejauh ini, Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat memang belum secara khusus menetapkan pedoman untuk kafein pada anak-anak.

Namun mereka merekomendasikan bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak mengonsumsi kafein dalam bentuk apa pun.

Mengingat beberapa efek sampingnya yang tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved