Soal Pengungkapan Kasus Mucikari di Bawah Umur Asal Bontang, Bakal Data Pekerja di THM

Lurah Berebas Tengah, Mahfudz mengatakan dirinya baru-baru ini mendapat informasi terkait pengungkapan kasus prostitusi di wilayahnya.

Soal Pengungkapan Kasus Mucikari di Bawah Umur Asal Bontang,  Bakal Data  Pekerja di THM
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
TERSELUBUNG — Lurah Berebas Tengah, Mahfudz menjelaskan pengungkapan kasus prostitusi anak di bawah umur di wilayahnya menjadi catatan bagi pihak kelurahan. Pihaknya mengaku pelaku bisnis esek-esek tersebut dilakukan secara rahasia. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Pengungkapan bisnis prostitusi  oleh Polda Kaltim melibatkan anak di bawah umur asal Bontang menjadi perhatian sejumlah pihak. Tak terkecuali, Lurah Berebas Tengah selaku pejabat di lokasi kejadian.

Lurah Berebas Tengah, Mahfudz mengatakan dirinya baru-baru ini mendapat informasi terkait pengungkapan kasus prostitusi di wilayahnya.

Kepada tribunkaltim.co, Mahfudz mengungkapkan, telah  intens memeriksa identitas para pekerja di Tempat Hiburan Malam (THM) di Kelurahan Berebas Tengah.

Mucikari di Bontang Tertangkap, Diduga Praktek Prostitusi di Bawah Umur, Dapat Bayaran Rp 2,5 Juta

TERKUAK Sederet Kode Khusus Prostitusi Online via Aplikasi MiChat, Sekali Kencan Rp 400 Ribu

Ada 5 THM dan 3 panti pijat yang diawasi oleh petugas Kelurahan Berebas Pantai. Secara berkala, pihaknya memeriksa kelengkapan administrasi kependudukan para pekerja di THM.

“Mereka yang bekerja di THM itu kami terbitkan surat keterangan non-permanen atau domisili berlaku selama 3 bulan,” ujar Mahfudz kepada tribun saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (9/8/2019).

Sejauh ini, dari data sementara setiap para pekerja di THM berusia dewasa. Tidak ada berusia belia atau di bawah umur. Sifat pekerjaan mereka pun sebagai pramuria bukan sebagai penjaja seks seperti hasil tangkapan Polda Kaltim kemarin.

Isu Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Ekonom Unmul Meyakini Spekulan Tanah tak Leluasa Bergentayangan

Niat dan Tata Cara Puasa Arafah 10 Agustus 2019, Menghapus Dosa Dua Tahun Sekaligus

Pihaknya mengaku bakal meningkatkan pengawasan terhadap pelaku bisnis di THM di wilayahnya. Berangkat dari temuan tersebut, ia menjadwalkan bakal menginventarisir kembali para pekerja di rumah karaoke dan klub-klub malam serta memberi sanksi tegas bagi pengusaha yang menyediakan jasa prostitusi di bawah umur.

“Artinya mereka (yang tertangkap) menjalankan bisnisnya di luar radar kami. Ini jadi dasar kami untuk periksa ulang para pekerja THM,” ungkapnya.

Untuk informasi, Seorang remaja putri 19 tahun sebut saja Bunga, yang berasal dari Kota Bontang Kalimantan Timur terpaksa harus merasakan dinginnya jeruji besi Mapolres Balikpapan karena terjerat kasus dugaan tindak pidana eksploitasi ekonomi atau seksual terhadap anak di bawah umur.

Diketahui, AP berperan sebagai mami atau mucikari yang menyediakan jasa prostitusi.
AP ditangkap pihak Kepolisian pada Senin (5/8/2019) di di sebuah hotel Jalan Hayam Wuruk no 7-9 Kampung baru Berbas Tengah, Bontang Selatan Kota Bontang, Kalimantan Timur. 

Dikonfirmasi, Direktur Kriminal Umum Polda Kaltim, Kombes Pol Andhi Triastanto melalui PS Kasubdit IV Renakta Dir Reskrimum Polda Kaltim, Kompol Kurdi menjelaskan kronologi penangkapan AP. (*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved