Buat Skenario Pencurian dengan Kerugian Rp 800 Juta, Kapolresta Samarinda Sebut Laporan Palsu

Jadi, tidak benar adanya kasus pencurian. Korban dan pelaku ini sudah bersekongkol untuk membuat aksi ini, seolah-olah uang korban dicuri,

Buat Skenario Pencurian dengan Kerugian Rp 800 Juta, Kapolresta Samarinda Sebut Laporan Palsu
(TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo)
PENCURIAN FIKTIF -Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto beserta jajarannya merilis pengungkapan kasus laporan palsu pencurian uang senilai Rp 800 juta dilakukan kedua tersangka(baju oranye) dengan memecahkan kaca mobil dengan tujuan mencari keuntungan di Mapolresta jalan Selmet Riyadi Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu(14/8/2019).Kedua tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aksi pencurian fiktif bermodus pecah kaca mobil berhasil diungkap Satreskrim Polresta Samarinda.

Aksi itu terungkap setelah Kepolisian menemukan sejumlah kejanggalan dari kasus yang dilaporkan secara resmi ke Kepolisian pada Kamis (8/8) lalu.

Saat itu, pelapor menjelaskan kepada Kepolisian telah menjadi korban pencurian di Jalan Proklamasi dengan kerugian mencapai Rp 800 Juta.

Bahkan, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto turun langsung ke lokasi kejadian guna mengungkap kasus tersebut.

Dalam perjalanan penyelidikan, Kepolisian menemukan hasil berbeda seperti yang dikisahkan oleh pelapor. Kepolisian menemukan hal yang tidak biasa terjadi pada kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil.

Pertama, Kepolisian tidak melihat adanya gelagat resah maupun kalut karena raibnya uang dengan nominal yang cukup banyak dari pelapor.

Kedua, lubang dikaca mobil yang dipecahkan tidak memungkinkan tas besar dapat lewat di lubang pecahanan kaca itu.

Hal itu juga diperkuat dengan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi yang telah disetting "korban" dan pelaku, seolah-olah terjadi pencurian.

Terungkap, pemecahan kaca mobil itu awalnya hendak dilakukan di sekitar Balai Kota, namun tidak berhasil. Lalu, mobil tersebut dibawa kembali pulang, dan kaca dipecahkan di rumah pelapor.

Lalu, dua pelaku yang bertugas sebagai eksekutor mengikuti korban hingga Jalan Proklamasi.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved