Cara Gubernur Ganjar Pranowo Minta Masukan Warga Jelang HUT ke 69 Jateng, Lihat Jawabannya!

Jelang Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah atau HUT ke 69 Jateng, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melontarkan pertanyaan ke publik.

Cara Gubernur Ganjar Pranowo Minta Masukan Warga Jelang HUT ke 69 Jateng, Lihat Jawabannya!
Instagram @ganjar_pranowo
Cara Gubernur Ganjar Pranowo Minta Masukan Warga Jelang HUT ke 69 Jateng, Lihat Jawabannya! 

Sejarah Hari Jadi Jawa Tengah

Peta Jawa Tengah
Peta Jawa Tengah (wikimedia.org)

Sebagai salah satu Provinsi di Indonesia, Jawa Tengah sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda yang didasarkan pada peraturan-peraturan yang berlaku pada saat itu.

Berikut sejarah singkat Hari Jadi Jawa Tengah yang dilansir laman resmi Pemprov Jateng:

A. Zaman Penjajahan Belanda

Berdasarkan Wet Houdende Decentralisatie van Het Bestuur in Nederland – Indie (Decentralisatie Wet 1903), maka pemerintahan di Jawa dan Madura terbagi atas Gewest (Karesidenan), Afdeeling/Regentschap (Kabupaten), District/Standgeemente (Kotapraja), dan Oderdistrict (Kecamatan).

B. Zaman Pendudukan Jepang

Pada masa pendudukannya, Jepang mengadakan perubahan tata pemerintahan daerah, yaitu Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1942 (Tahun Jepang – 2062) yang menetapkan bahwa seluruh Jawa kecuali Vorstenkendeh (Kerajaan-kerajaan) yang terbagi dalam wilayah Syuu (Karesidenan), Si (Kotapraja), Ken
(Kabupaten), Gun (Distrik), Son Conder Distrik dan Ku (Kelurahan).

C. Setelah Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Berdasarkan Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945, diterbitkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 yang menetapkan Pembentukan Provinsi Jawa Tengah.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950, pembentukan Provinsi Jawa Tengah dinyatakan berlaku pada tanggal 15 Agustus 1950.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved