Legislator Kartini di Parlemen Bontang Bertambah, Janji Suarakan Hak-Hak Politik Perempuan

Siti Yara dari PKB, Astuti dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan anggota dewan incumbent, Etha Rimba Paembonan dari Partai Gerindra

Legislator Kartini di Parlemen Bontang Bertambah, Janji Suarakan Hak-Hak Politik Perempuan
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
SIAP MENGABDI — Para anggota DPRD Bontang berswafoto bersama seusai prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Tiga di antaranya merupakan perempuan berjanji bakal menyuarakan hak-hak perempuan melalui parlemen. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Komposisi perempuan di parlemen Bontang periode 2019-2024 bertambah dari periode sebelumnya.

Kendati tak signifikan, para legislator dari kaum hawa ini mengaku bakal memperjuangkan suara-suara perempuan melalui jalur politik di DPRD Bontang.

Ada tiga anggota dewan perempuan periode 2019-2024 ini. Mereka antara lain, Siti Yara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Astuti dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan anggota dewan incumbent, Etha Rimba Paembonan dari Partai Gerindra.

Kepada wartawan, Astuti mengatakan fokus kerja di awal-awal menjabat mengangkat isu perempuan. Perempuan di Bontang seperti daerah lainnya perlu dukungan politik serius. Tugas dan kerja para ‘kartini’ tak hanya berkutat di rumah tangga saja.

“Ketenagakerjaan untuk perempuan walaupun sekarang jauh lebih baik, tapi masih ada sterotipe gender. Ini yang bakal kita lawan,” ujar Astuti.

Menurut Astuti, perempuan memiliki hak setara dengan laki-laki di lingkungan sosial masyarakat maupun politik. Berangkat dari asumsi ini, Astuti mengajak seluruh perempuan agar lebih partisipatif membangun daerah. 

Hal senada disuarakan incumbent, Etha Rimba Paembonan. Menurut Etha Rimba Paembonan, menjabat 5 tahun sebagai legislator banyak memberi pelajaran berharga bagi dia.

Dari pengalaman tersebut, Etha Rimba Paembonan bakal lebih intens mengkritisi kebijakan pemerintah, dan mengawasi kerja-kerja eksekutif agar tetap dalam jalur. “Pengalaman sebelumnya memberi banyak pelajaran, kedepan akan lebih kritis, dan kreatif dalam berfikir,” ujar Etha Rimba Paembonan. (*)

Baca Juga;

Kisah Suami Suruh Temannya Hubungan Badan dengan Si Istri dan Membayar Rp 50 Ribu Sebagai Pengikat

Istri Dipaksa Melakukan Hubungan Asusila ke Teman-teman Suaminya, Sudah Lebih 30 Kali Melakukannya

Terkuak Kronologi Istri Dipaksa Suami Layani 2 Kawannya; Misteri Duit Rp50 Ribu untuk Pelaku  

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved