Pemuda Aniaya Kakek 75 Tahun Sampai Tewas Setelah Pergoki Selingkuh dengan Sang Nenek

Kisah cinta antara Nitanel Hauteas (75) dan nenek Antonia Nomleni (70) berakhir tragis Kisah cinta keduanya bahan membuat heboh warga

KOMPAS.COM
Ilustrasi penganiayaan. 

“Pelaku usai membunuh korban langsung pulang ke rumahnya dan mengunci pintu rumahya."

"Namun keluarga korban tidak menerima dan mendatangi rumah pelaku untuk membalas,” kata AKP Syahrul.

Anak dan cucu Daeng Ngence histeris.

Mereka berteriak sekencang-kencangnya melihat Daeng Ngence bersimba darah di atas pukat rumput laut.

Sementara istri Daeng Ngence tak kuasa lagi berdiri.

Nenek berambut panjang dan memutih ini hanya duduk menangisi suaminya.

Teriakan dari rumah Daeng Ngence membangunkan warga lainnya.

Beberapa warga yang keluar dari masjid usai Salat Subuh juga berlarian ke sumber teriakan.

“Daeng Kulle... Daeng Kulle.....” teriak cucu Daeng Ngence sambil menunjuk ke depan rumah.

Dikepung Ratusan Orang

Daeng Kulle mengunci diri dalam kamar bersama Bunga.

Beberapa saat kemudian, ratusan orang sudah mengepung rumahnya.

Kejadian selanjutnya diabadikan dalam tiga versi video.

Ada yang merekam dari arah rumah Daeng Ngence, ada yang mengabadikan kejadian dari teras rumah Daeng Kulle.

Video dari teras rumah Daeng Kulle memperlihatkan puluhan orang di jalan raya, kebanyakan memegang batu, balok-balok, parang, bahkan batangan bambu serta kayu panjang.

Sebagian warga yang berkumpul itu masih mengenakan sarung dan kopiah, laiknya orang yang baru keluar dari masjid.

Dua pria bersepatu laras juga terlihat di teras lantai dua rumah Daeng Kulle.

Tangan pria itu memegang pistol.

Beberapa polisi di tengah warga juga terlihat jelas dalam rekaman video.

Setelah beberapa kali dinding rumah di tusuk pakai kayu panjang dan bambu, Daeng Kulle yang mengenakan kaos kuning dan celana pendek warna merah keluar dari dalam rumah.

Parang panjang terlihat mengilap ketika Daeng Kulle melewati tiga pria yang memegang senjata api di teras rumahnya ke tangga kayu.

Tiba di tanah, Daeng Kulle berjalan cepat sambil mengayunkan parang di tengah kerumunan massa.

Langkah semakin cepat hingga terlihat berlari ke arah laut.

Teriakan “Nyawa balas nyawa...”, “Bunuh...bunuh....” terdengar jelas.

Bahkan teriakan seperti itu juga dilontarkan ibu-ibu yang mengabdikan kejadian berdarah itu.

"Pelaku pembunuhan dilempari batu dan potongan kayu oleh keluarga korban yang emosi," jelas Syahrul.

Seorang perempuan mengabadikan detik-detik Daeng Kulle dihantam balok-balok dari belakang, kemudian diparangi lehernya, hingga tersungkur di atas hamparan rumput laut.

Wanita itu terus mengabadikan kejadian itu sambil berteriak dalam Bahasa Makassar campur Bahasa Indonesia.

“Oh Tuhan akhirnya saya melihat langsung pembunuhan seperti ini... Ya Allah, semoga ini yang terakhir kalinya saya melihat kejadian seperti ini.....” ujarnya.

Puluhan personel Polres Jeneponto berusaha mengamankan situasi dan meyakinkan masyarakat agar kejadian ini diambil alih Polisi.

Hingga akhirnya Polisi berhasil meyakinkan keluarga korban dan mengevakusi Dg Kulle untuk di bawa ke rumah sakit.

Bahkan warga sempat menghalangi polisi membawa Daeng Kulle ke rumah sakit. Mereka ingin memastikan Daeng Kulle sudah meninggal. (*)

Kasusnya Sempat Viral di Medsos, Pelaku Penganiayaan Anak Tiri Diamankan di Semarang

Ibu Pergoki Anaknya Diperkosa Kakak Kelas, Keluarga Pemerkosa Malah Marah dan Lakukan Penganiayaan

Gara-gara Tak Terima Diejek Kimcil, Remaja Putri Ini Lakukan Penganiayaan, Videonya Viral di Medsos

Jenguk Bocah Diduga Korban Penganiayaan, Bupati Kukar Bawakan Boneka Beruang

Bocah 8 Tahun Diduga Jadi Korban Penganiayaan oleh Ayah Tiri dan Ibu Kandungnya di Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved