Ibu Kota Baru

Andai Pemindahan Ibu Kota RI Susah Dana, Gubernur Kaltim Isran Noor Sarankan Berhutang Saja

Tidak ada aturan, ditegaskan Gubernur Kaltim Isran Noor, yang melarang sebuah negara untuk berhutang.

Andai Pemindahan Ibu Kota RI Susah Dana, Gubernur Kaltim Isran Noor Sarankan Berhutang Saja
Capture Vidio.com
Bicara di ILC, Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Bukit Soeharto Mirip Seperti Canberra 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyarankan kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar tidak mengumbar persoalan tidak adanya dana untuk melakukan pemindahan ibu kota Negara Indonesia.

Sebagai negara berdaulat, Gubernur Kaltim Isran Noor menyebutkan, tidak ada yang tidak dapat dibiayai oleh negara untuk kepentingan negara itu sendiri.

“Adalah keputusan negara untuk menetapkan lokasi pemindahan IKN. Kalau berbicara biaya, tidak ada negara itu yang tidak dapat membiayai kepentingan negara,” ujarnya saat menjadi narasumber di Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (21/8/2019) pukul 15.00 Wita di Hotel Swiss-Belinn Balikpapan, Jalan Jendral Sudirman, Kalimantan Timur.

Kalau memang tidak memiliki biaya lakukan pemindahan ibu kota, Gubernur Kaltim Isran Noor menyarankan, agar pemerintah mengajukan utang buat pembentukan Ibu Kota Baru.

Tidak ada aturan, ditegaskan Gubernur Kaltim Isran Noor, yang melarang sebuah negara untuk berhutang.

Dan masih banyak lagi, disampaikan Isran, taktik negara dalam memperjuangkan kepentingannya agar dapat dijalankan.

“Banyak taktik dan cara negara untuk memperjuangkan kepentingannya. Dengan berutang misalnya. Kenapa memangnya kalau berutang. Tidak ada larangan bagi suatu negara untuk berutang. Yang penting, utangnya dibayar,” tandasnya disambut tawa dan tepuk tangan peserta dialog nasional tersebut.

Tentu Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan, rasio utang indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya termasuk yang paling rendah.

Dibandingkan Amerika, Gubernur Kaltin Isran Noor menyebutkan, rasio utang negara adi daya itu sebesar 180 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan Indonesia, disampaikan olehnya baru mencapai angka 30 persen.

“Makanya semalam saat saya menjadi narasumber di ILC, Fadli Zon itu batrenya mulai ngdrop,” ujarnya dimaksudkan wakil ketua DPR RI tersebut mulai menerima perpindahan IKN dari Jakarta.

Halaman
1234
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved