Berbekal Keahlian Corel Draw, Pengusaha Percetakan di Samarinda Buat SIM, STNK dan KTP Palsu

Pengusaha percetakan harus berurusan dengan Kepolisian akibat membuat SIM, STNK, dan KTP palsu.

Berbekal Keahlian Corel Draw, Pengusaha Percetakan di Samarinda Buat SIM, STNK dan KTP Palsu
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
PEMALSUAN - Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang membeber barang bukti serta pelaku kasus pemalsuan SIM, STNK dan KTP, Rabu (21/8/2019). T 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengusaha percetakan harus berurusan dengan Kepolisian akibat membuat SIM, STNK, dan KTP palsu.

Pengungkapan tersebut diawali dari kasus curanmor yang ditangani Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang. Dari pelaku curanmor tersebut, Kepolisian memperoleh keterangan mengenai seseorang yang dapat membuat STNK.

Setelah mendapatkan alamat pelaku, Kepolisian lantas mendatangi rumah pelaku yang terdapat di Jalan Proklamasi II, RT 55, Sungai Pinang, pada Selasa (20/8) kemarin, sekitar pukul 05.00 Wita.

Pelaku atas nama Adi Irsandi (44) tidak berkutik saat diamankan Kepolisian. Saat itu pelaku tengah mempersiapkan peralatannya untuk memulai membuat kartu palsu sesuai dengan pesanan pelanggannya.

Selama menjalankan usaha pembuatan SIM, STNK dan KTP palsu, pelaku menggunakan garasi rumahnya yang dibuat selayaknya tempat kerjanya.

Aktivitas pembuatan SIM, STNK dan KTP palsuitu telah dilakukannya sejak 2018. Sehari-harinya, pelaku merupakan seorang pengusaha percetakan kecil-kecilan.

PEMALSUAN - Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang membeber barang bukti serta pelaku kasus pemalsuan SIM, STNK dan KTP, Rabu (21/8/2019).
PEMALSUAN - Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang membeber barang bukti serta pelaku kasus pemalsuan SIM, STNK dan KTP, Rabu (21/8/2019). (TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga)

Terkait dengan pembuatan SIM, STNK dan KTP palsu, pelaku tidak pernah mematok tarif dari jasanya itu, hanya saja biasanya dirinya memperoleh bayaran Rp 100 Ribu - Rp 200 Ribu.

Berbekal keahliannya menguasai aplikasi Corel Draw---, serta sejumlah alat kelengkapan seperti komputer, printer, scanner, kaca pembesar, cutter dan penggaris besi, pelaku dapat membuat SIM, STNK dan KTP menyerupai aslinya.

Setiap orang yang mau dibuatkan SIM, STNK maupun KTP palsu, pelaku selalu meminta pelanggannya untuk membawa SIM dan KTP asli yang sudah tidak terpakai.

SIM dan KTP yang sudah tidak terpakai itu nantinya diamplas data-datanya, lalu diganti dengan data yang baru sesuai dengan data diri yang diberikan oleh pelanggannya.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved