Tragis, Sepasang Pengantin Tewas Kecelakaan Usai Upacara Pernikahan, Terjadi di Depan Mata Keluarga

Sang ibu menuturkan, melihat kematian sang anak di depan mata merupakan mimpi terburuknya sepanjang hidup.

Tragis, Sepasang Pengantin Tewas Kecelakaan Usai Upacara Pernikahan, Terjadi di Depan Mata Keluarga
Mirror.co.uk
Sepasang pengantin baru meninggal karena kecelakaan maut. 

Menurut unggahan akun tersebut juga disebutkan jika sang ayah sebenarnya ingin menjemput anaknya untuk cuti persiapan pernikahan Angga.

Kini, rencana pernikahan menyisakan duka.

Baca juga :

Penjelasan Medis, Dampak Negatif Dalam Pernikahan Sedarah, Anak Alami Defisit Intelektual Parah

Bunuh Diri Jelang Pernikahan, Calon Pengantin Ini Tinggalkan Pesan ke Mama dan Sebut 1 Nama Pria

Bahkan ayah Angga harus dilarikan ke rumah sakit karena alami luka berat.

Korban Angga Pradipta saat ini sudah dimakamkan di rumah duka di Jalan Kantil No.32 RT 6 RW 2, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala belakang, pendarahan di beberapa bagian tubuh dan patah tulang.

"TKP berada di perlintasan rel tanpa palang pintu.

Korban sudah dimakamkan semenjak pagi tadi," ujar Kasatlantas Polres Cilacap, AKP Ahmad Nur Ari, saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (23/8/2019).

Sementara itu kondisi mobil Toyota Avanza mengalami kerusakan pada bagian body sebelah kiri yang hancur.

Lampu bagian depan kiri hancur serta roda sebelah kiri pecah.

Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Supriyanto membenarkan adanya kecelakaan KA di km 8+650 antara stasiun Karangkandri-Kesugihan, Cilacap.

Menurutnya, masinis KA sudah memberikan semboyan 35 atau klakson.

Namun pengemudi tidak mendengar, sehingga kecelakaan akhirnya terjadi.

"Sebenarnya lintasan itu dijaga sukarelawan dari Pemkab Cilacap," katanya.

Namun dari pihak KAI tidak mengetahui secara persis pada saat kejadian ada sukarelawan yang menjaganya atau tidak.

Dari kecelakaan tersebut total kerugian materiil yang ditanggung sekira Rp 15 juta.

Kronologi kejadian bermula pada saat mobil Toyota Avanza melaju dari arah Selatan ke arah Utara.

Sesampainya di lokasi perlintasan rel kereta tanpa palang pintu, di saat yang bersamaan datang dari arah Barat ke arah Timur melaju kereta api Holcim.

Karena posisi mobil yang sudah dekat dengan perlintasan rel kereta api, maka terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut.

Banyak kecelakaan, Dishub tambah rambu lalu lintas

Masyarakat mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum, terutama di sepanjang jalan dari Teluk Bayur menuju Kampung Labanan.

Padahal, kampung ini sekarang sudah padat penduduk.

Minimnya lampu penerangan jalan juga dituding sebagai penyebab maraknya kecelakaan lalu lintas di kawasan ini. “Ada jalanan yang rusak, berlubang tapi tidak kelihatan kalau malam hari, ini yang membuat kecelakaan,” kata Wahyu, warga Kampung Labanan, Kamis (27/6/2019).

Selain rawan kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan yang gelap juga berpotensi dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Berau Abdurrahman mengatakan, pihaknya telah mengajukan usulan untuk memasang lampu jalan.

Namun karena keterbatasan anggaran, lampu jalan dari Teluk Bayur menuju Kampung Labanan ini, akan dipasang secara bertahap.

"Kami sempat usulkan pemasangan lampu penerangan jalan umum, Rp 2 miliar melalui APBD tapi yang disetujui hanya Rp 750 juta saja. Anggaran sebesar itu bukan hanya untuk pengadaan alat lampu dan tiang saja, tapi jadi satu dengan pemeliharaannya. Jelas tidak cukup dan tidak mungkin dipasang semua sekaligus,” kata Kepala Dishub Berau Abdurrahman.

Kepala Dishub Berau Abdurrahman menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum ini dari Kelurahan Teluk Bayur menuju Kampung Labanan secara bertahap, sehingga hanya titik-titik tertentu saja yang akan dipasang.

"Saat ini dalam tahap lelang, dan tahun ini pengerjaan. Kalau tahun depan disetujui lagi anggaranya, akan kami pasang lagi sisanya,” jelas Kepala Dishub Berau Abdurrahman.

Tidak hanya lampu penerangan jalan, pihaknya juga mengaku kerap mendapat keluhan minimnya rambu-rambu lalu lintas.

Sementara, jalan menuju Kampung Labanan ke Teluk Bayur, maupun sebaliknya memiliki permukaan jalan yang naik-turun serta jalan yang berliku.

Kepala Dishub Berau Abdurrahman mengakui, rambu lalu lintas di kawasan tersebut memang masih sangat minim.

Namun dia juga berjanji akan segera menambah rambu di sepanjang jalur rawan kecelakaan tersebut.

"Secepatnya kami pasang kalau rambu lalu lintas. Karena kami juga tidak ingin ada korban jiwa lagi akibat kecelakaan di sana, bukan satu atau dua korban meninggal di sana, sudah cukup banyak," tegas Kepala Dishub Berau Abdurrahman.

(TribunPalu.com, Tribunnews.com/ Siti Nurjannah Wulandari/ TribunJateng/ Permata Putra Sejati)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved