Selasa, 14 April 2026

Ada 148 Titik Api di Berau, Sudah 77 Kasus Karhutla, Bupati Berau: Jangan Remehkan Titik Panas!

Namun musim kemarau ini bukan hanya persoalan kebakaran hutan dan lahan, lebih dari itu, kekeringan juga terjadi di pemukiman penduduk

Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Di Kabupaten Berau sudah ada 77 kasus kebakaran hutan dan lahan, 180 hektare lahan musnah dilalap api. Larena itu, Pemkab Berau bersama lintas instansi, menggelar rapat koordinasi untuk melakukan penanganan dan pencegahan kebakaran. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Ratusan hektar hutan dan lahan di Kabupaten Berau sudah habis terbakar.

Selain disebabkan oleh musim kemarau yang memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan mayoritas disebabkan oleh oknum masyarakat.

Mereka membuka lahan dengan cara dibakar untuk menghemat waktu dan biaya, tanpa menyadari dampak yang ditimbulkan.

Yakni kabut asap yang akan memberikan efek domino seperti gangguan kesehatan massal, dampak ekonomi dan juga isu negatif tentang lingkungan di dunia internasional.

Untuk menangani dan mencegah kebakaran hutan dan lahan agar tidak semakin meluas, Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Antisipasi Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Rapat dilangsungkan di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Kabupaten Berau, Selasa (27/8/2019).

Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, luas lahan yang mengalami kebkaran meningkat tiga kali lipat.
Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, luas lahan yang mengalami kebkaran meningkat tiga kali lipat. (TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen)

Namun musim kemarau ini bukan hanya persoalan kebakaran hutan dan lahan, lebih dari itu, kekeringan juga terjadi di pemukiman penduduk.

Akibatnya warga kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sementara air adalah kebutuhan dasar.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bupati Berau Muharram didampingi Wakil Bupati Berau Agus Tantomo ini

juga dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin,

serta sejumlah perwakilan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) seperti TNI dan Polri, komunitas masyarakat peduli api dari 11 kecamatan

juga terlihat menghadiri kegiatan ini, camat serta menajemen perusahaan swasta.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Dalam Negeri.

"Mulai Agustus ini sudah memasuki musim kemarau, yang memicu kekurangan air untuk masyarakat, serta kebakaran hutan dan lahan," ungkap Kepala BPBD Berau, Thamrin.

Di Kabupaten Berau, berdasarkan laporan BMKG sejak bulan Maret sampai Agustus 2019, ada148 titik panas, terbanyak di Labanan, Teluk Bayur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved