Breaking News

Otomotif

Mulai Hari Ini PLN Beri Diskon Tarif Saat Carger Motor Mobil Listrik, Begini Cara tuk Dapatkannya

"Ada diskon dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi, nge-charge di rumah ada diskon 30 persen mulai 1 September 2019 sampai seterusnya

Editor: Budi Susilo
TRIBUN KALTIM/JINO PRAYUDI KARTONO
Mobil listrik Kasuari tiba di kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Kota Balikpapan dalam rangkaian kegiatan PLN ITS Explore Indonesia, Selasa (26/2/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu tes pengujian mobil tersebut ke beberapa daerah di Indonesia. 

Sejak Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan listrik, sejumlah produsen otomotif terus didorong untuk membuat mobil dan sepeda motor listrik di Indoenesia. 

Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Payung hukum mobil ramah lingkungan ini juga akan didukung Peraturan Pemerintah (PP) baru, hasil dari revisi PP Nomor 41 tahun 2013, tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Setidaknya jika menilik salah satu pasal tepatnya pasal 36 pada peraturan tersebut yang mengindikasi, bahwa jalannya peraturan ini akan memakan waktu setidaknya setahun setelah Perpres ditandatangani,

maka para pelaku industri akan memiliki waktu satu tahun ini untuk memastikan semua faktornya siap sehingga hasil yang didapat pun akan optimal.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menyatakan selain menyiapkan produk dan juga teknologi untuk mendapatkan penetrasi yang optimal, juga dibutuhkan kesiapan pasar.

“Perpres tentu akan dapat mendorong pertumbuhan pengadaan kendaraan bermotor listrik dan teknologinya, tetapi akan lebih optimal apabila pasar juga juga disiapkan,

artinya harus ada yang memikirkan tingkat marketability juga, dengan begitu akan ada kecocokan yang tepat antara produk yang disediakan dengan kebutuhan pasar sehingga penetrasinya sempurna,” ujarnya, Kamis (29/8/2019), seperti dilansir Tribunnews.com.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Suryo ini menyatakan bahwa berdasarkan pengalaman para agen pemegang merek (APM) di Indonesia yang dalam kurun waktu 10 tahun ini sudah memasarkan kendaraan bermotor listrik yang rata-rata berjenis Hybrid Electronic Vehicle (HEV).

Di Indonesia sendiri penetrasinya belum cukup tinggi, yang artinya merupakan sebuah tantangan besar untuk nantinya mencapai target roadmap di tahun 2025 dengan optimal.

“Hingga saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 5.400 pengguna jenis kendaraan bermotor listrik di Indonesia dan ini masih cukup rendah.

Dimana setidaknya mungkin bahkan tak sampai 1 persen dari total kendaraan yang ada, sehingga rasanya apabila kita bisa siapkan pasar setidaknya selama setahun ini.

"Maka pada saat nanti dimulainya era kendaraan bermotor listrik penetrasi dan penerimaannya akan lebih optimal,” ujarnya.

Meneruskan pengalaman sebelumnya menurut Suryo cara paling mudah adalah mengeliminasi sejumlah kekhawatiran konsumen akan kendaraan bermotor listrik.

Benar bahwa mobil listrik akan memberikan benefit seperti running cost yang murah dan juga perawatan yang lebih mudah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved