Aplikasi

Mengenal Aplikasi Urundata di Samarinda, Berguna dalam Pemulihan Hutan dan Bentang Alam

Ini aplikasi Urundata tersebut merupakan sebuah proyek pengumpulan data yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Imaduddin Rachim
Suasana Lokakarya Pemetaan dan Restorasi Aplikasi Urundata di Hotel Selyca Mulia, Samarinda, Kamis (5/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Melalui aplikasi Urundata, ratusan mahasiswa berkontribusi dalam pemulihan hutan dan bentang alam yang ada di Kalimantan Timur.

Rupanya dari data-data yang terkumpul oleh mahasiswa bisa menjadi jawaban secara rinci mengenai masalah terdegradasi, dan tutupan lahan yang sering terjadi di Kalimantan Timur.

Demikian disampaikan oleh Hadi, perwakilan dari International Institute for Applied Systems Analysis saat ada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis (5/9/2019) sore.

Hal tersebut diketahui dari kegiatan Lokakarya Pemetaan dan Restorasi yang diselenggarakan pihak WWF Indonesia, World Agroforestry Center (ICRAF), WRI Indonesia.

Dan tak ketinggalan International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), yang bekerja sama dengan 4 perguruaan tinggi di Kalimantan Timur.

Kegiatan ini sendiri tergabung dalam Konsorsium Restore+.

Dijelaskan Hadi, perwakilan dari International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA) aplikasi Urundata tersebut merupakan sebuah proyek pengumpulan data yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menghasilkan data berkualitas.

"Metode ini yang kita tekankan adalah ingin mengambil kebijaksanaan dari khalayak ramai, jadi lebih partisipasif. Seluruh stake holder ikut. Jadi kira bisa dapatkan berbagai macam metode.

Masyarakat mungkin bukan ahli, tapi mereka lebih paham dengan lokasi mereka masing-masing.

"Tidak hanya dari biofisik saja, tapi dari sosial ekonomi, sama pentingnya," jelasnya kepada Tribunkaltim.co

Mengenai akurasi data, Hadi mengatakan hampir 77 persen, dalam aplikasi tersebut sesuai dengan keadaan real yang ada.

"Kita punya kuantitas lebih baik. Jika kita punya banyak kontributornya dan jawabannya sama. Mungkin kita akan mengambil mayoritas. Dari situ kita bisa mengukur tingkat kepercayaan yang ada dimasing-masing lokasi. Rata-rata tingkat kepercayaan itu untuk di kaltim dikisaran 77 persen," ungkapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Manager WWF Indonesia bagian Climate dan Energy Program, Zulfira Warta mengatakan dengan aplikasi Urundata tersebut memberikan timbal balik yang cukup baik, terutama untuk Provinsi Kaltim.

Hal itu sejalur dengan kebijakan pemerintah Provinsi mengenai program Provinsi Hijau, apalagi Kaltim sendiri digadang menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru nantinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved