Senin, 4 Mei 2026

Remaja 19 Tahun Tewas Terbakar Bersama Tumpukan Padi dalam Rumah, Api Diduga dari Rokoknya Sendiri

Hambali (19) asal Babah Buloh, Kecamatan Sawang Aceh Utara dilaporkan meninggal saat api membakar rumah orang tuanya.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
DOK POLSEK SAWANG DIKIRIM UNTUK SERAMBINEWS.COM
Kondisi rumah yang terbakar dan menyebabkan Hambali (19) warga Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, meninggal saat api membakar rumah tersebut, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Hambali (19) asal Babah Buloh, Kecamatan Sawang Aceh Utara, Rabu (4/9/2019) sekitar pukul 04.00 WIB, dilaporkan meninggal saat api membakar rumah orang tuanya.

Mustia (33), abang sepupu korban menceritakan, dirinya tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Sehingga pada pukul 04.00 WIB, dia mendengar teriakan ibu korban Fauziah (37) yang meminta tolong.

Saat bangun dan keluar rumah, dilihatnya asap sudah mulai keluar dari dalam rumah.

Sempat dia menggedor pintu rumah dua kali, tapi korban tidak keluar.

Dia pun bersama warga lain mencoba memecahkan kaca depan dan samping, tapi api semakin membesar dalam rumah.

Karena itu, dia kembali dan berinisitif untuk mendobrak pintu belakang.

• Agar Indonesia tak Dituduh Rasis, Rizal Ramli Sarankan Natalius Pigai Menjabat di KPK

• Viral, Ibu-ibu Tertangkap CCTV Gores Mobil di Parkiran Supermarket Samarinda

• Pemerintah Malaysia Ajukan Gugatan Perdata Untuk Tarik Kembali Rp 13,4 Triliun Dari Skandal 1MDB

• Jadi ATM Muncikari, Gadis 17 Tahun Dijajakan di Tempat Hiburan hingga Kedai Tuak, Tarif Rp200ribu

Tapi tetap tidak bisa menerobos masuk karena api semakin besar.

Makanya dia dan warga berupaya memadamkan api.

Saat api padam, baru bisa ditemukan jenazah korban yang terletak di tumpukan padi.

Kondisi jenazah, bagian belakang kepala, telinga kiri hingga ke punggung, serta kaki kiri terbakar.

Untuk jenazah kini sudah dikebumikan di pemakaman umum desa setempat.

Sebelumnya, Kapolres Lhokseumawembesar AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kalpolsek Sawang Ipda Zahabi, menyebutkan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, sekitar pukul 02.00 WIB, korban tidur seorang diri di rumah bantuan desa tersebut.

Sedangkan ibu dan adiknya, tidur di rumah neneknya yang terletak bersebelahan.

Sekitar pukul 04.00 WIB, ibu korban melihat asap yang keluar dari ventilasi rumah, sehingga langsung meminta bantuan ke warga lainnya.

Sekitar 20 menit kemudian, api pun berhasil dipadamkan.

Selanjutnya ditemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Hasil penyelidikan sementara, sebut Ipda Zahabi, diduga api berasal dari api rokok milik korban yang terjatuh saat dirinya terlelap tidur.

Selanjutnya api membakar kasur kapuk hingga menjalar ke seluruh rumah.

Semua isi rumah ikut terbakar.

Baca juga :

TERPOPULER - Kebakaran Pabrik Mancis, 30 Orang Tewas Terpanggang, Diperkirakan Ada Anak Kecil

Kebakaran Ruko di Makassar, Ibu dan 2 Anaknya Tewas Terpanggang

Satu Rumah Terbakar di Sungai Kunjang Samarinda, 7 Korban Tewas Terpanggang!

Akhir tahun 2018, musibah kebakaran melanda warga kota Samarinda.

Kejadian kebakaran terjadi di Jalan Jakarta, Perum Kopri Blok CK, Nomor 4, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, sekitar pukul 04.10 Wita, Selasa (18/12/2018) dini hari tadi.

Akibat kejadian itu, satu bangunan rumah ludes terbakar, beserta penghuni rumah yang juga tewas terpanggang.

Terdapat tujuh korban tewas yang terdiri dari dua keluarga, diantaranya Andi Ibrahim Bayu (42), Sri Rahayu Panjaitan (40), Nanda (14), Muhammad Rafli (12), Elhamsyah Arsyad (49), Ernawati Panjaitan (45) dan Ilda Safira Putri (8).

Derbi London Utara Arsenal Vs Tottenham, Hugo Lloris Pastikan Spurs Turunkan Kekuatan Terbaiknya

Bangunan rumah satu lantai, dengan memiliki tiga kamar itu menjadi saksi bisu tewasnya dua keluarga.

Jenazah ditemukan di kamar depan dua orang, yakni Andi Ibrahim Bayu dan istri, Sri Rahayu Panjaitan yang ditemukan tewas di atas kasur.

Sedangkan lima jenazah lainnya ditemukan di bagian belakang rumah, tepatnya tempat yang biasa digunakan untuk jemuran pakaian, yakni Nanda (14), Muhammad Rafli (12), Elhamsyah Arsyad (49), Ernawati Panjaitan (45) dan Ilda Safira Putri (8).

Diduga api berasal dari korsleting listrik di bagian depan rumah, tepatnya di sekitar ruang tamu.

Lalu api menjalar ke bagian belakang rumah.

Saat kejadian, penghuni rumah tengah tertidur lelap hingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Hal itu diperparah dengan tidak akses keluar lainnya, pasalnya bangunan rumah dihimpit oleh bangunan rumah lainnya di samping kanan, kiri dan belakang.

Diketahui, lima korban lainnya yang ditemukan di bagian belakang rumah, sempat hendak menyelamatkan diri, namun terjebak dibagian belakang rumah tersebut hingga tewas terbakar.

Proses evakuasi pun berlangsung dramatis dan haru, tidak sedikit keluarga korban dan warga sekitar menitikan air mata mengiringi evakuasi jenazah oleh petugas pemadam, serta unsur LSM Relawan.

Baca juga :

Sehari Terjadi Dua Kali Kebakaran, Seorang Warga Tewas Terpanggang

Viral, Kecewa BPBD Berau Telat Datang, Warga Ini Lempar Batu ke Arah Pemadam Kebakaran

"Saat kejadian, memang sedang tidur semua, lalu saya dengar orang teriak-teriak, ternyata di samping rumah sudah besar api," ucap Soni Widyagara (32), Selasa (18/12/2018).

KPU Sebut Kotak Suara Pemilu 2019 Bukan dari Kardus Mi Instan, Ini Keunggulan Duplex

Saat itu dirinya mengira penghuni rumah telah meninggalkan rumah, namun betapa terkejutnya dia mengetahui korban masih di dalam rumah saat kejadian itu.

"Ia, kaget mengetahui korban tewas terbakar. Ibu RT (Sri Rahayu Panjaitan) dan keluarganya baik, ramah, sudah kami anggap keluarga, sering juga main ke rumah," ucapnya.

Sementara itu, Anissa (32) warga lainnya menjelaskan, terakhir kali dirinya bertemu dengan Sri Rahayu Panjaitan, pada Senin (17/12/2018) pagi kemarin, saat itu korban menegur dirinya, sambil berlalu meninggalkanya dengan menggunakan sepeda motor.

Benarkah Luis Milla Bakal Jadi Pelatih Persib Bandung? Manajemen Ungkapkan Hal Ini

"Sempat negur saat pagi kemarin, itu saja. Beliau orang yang sangat baik, kalau berurusan keperluan surat pengantar, cepat selesainya. Ibu RT itu orangnya ramai," jelasnya.

Sementara itu, hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab utama membesarnya api.

Dan, hingga pukul 09.30 Wita, warga masih memadati sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, jenazah korban masih berada di RSUD AW Syahranie guna menjalani visum.

Kisah Korban Tewas Terbakar di Sungai Kunjang, Sabtu Lalu Sempat Rayakan Ulang Tahun Anaknya

Pasalnya, tujuh orang keluarganya tewas seketika di rumah yang terdiri dari tiga kamar tersebut, tanpa sempat diselamatkan oleh warga maupun petugas.

Di sekitar lokasi kejadian, warga sekitar langsung berinisiatif membuka posko kebakaran, sedangkan warga lainnya bahu mambahu membangun tenda, serta mempersiapkan kelengkapan jenazah, guna proses pemakaman.

Aminuddin Panjaitan (42), adik dari Ernawati Panjaitan (korban) dan kakak dari Sri Rahayu Panjaitan (korban) menceritakan mengenai hari-hari terakhir dua saudaranya itu, sebelum didapatkan tewas terbakar.

Aminuddin menjelaskan, Sabtu (15/12/2018) malam lalu keluarga besarnya sempat berkumpul bersama guna merayakan ulang tahun Muhammad Rafli (korban) yang ke-12.

M Rafli merupakan anak kedua dari pasangan Andi Ibrahim Bayu dan Sri Rahayu Panjaitan yang juga korban tewas terbakar.

Saat itu, keluarga besarnya merayakan ulang tahun Rafli secara sederhana dengan mamanjatkan doa untuk keselamatan, serta kesuksesan Rafli ke depan.

"Baru saja kumpul-kumpul keluarga, merayakan ulang tahun keponakan (Rafli). Kita berdoa dan makan-makan seperti biasa," jelasnya, Selasa (18/12/2018).

Lanjut dia menjelaskan, disela perayaan ulang tahun itu, Sri Rahayu Panjaitan sempat berkata, sambil menasehati anak, serta keponakan yang datang, agar banyak-banyak datang ke majelis taklim, menghadiri ceramah agama.

"Ayu (Sri Rahayu Panjaitan) bilang ke anak-anak, kalau dia ini sudah mau dekat, makanya dia minta agar sering-sering ke majelis taklim. Itu terakhir saya ketemu dan denger ucapan dia," ucapnya lirih.

Sementara Andi Ibrahim Bayu, ayah Rafli sempat berujar bahwa anaknya nanti bakal menjadi pemain sepak bola dengan posisi gelandang tengah yang andal.

"Kalau suaminya banyak cerita soal anaknya yang bakal jadi pemain sepak bola," jelasnya.

Dia mengaku, keluarga korban belum lama menempati rumah tersebut, kurang lebih dua bulan menempati rumah naas itu, setelah sebelumnya tinggal di rumah yang terdapat di blok sebelah.

"Kurang dua bulan tinggal di sini, sebelumnya tinggal di blok sebelah. Setelah visum nanti, kita makamkan di pemakaman umum Batu Penggal, tidak jauh dari sini," ungkapnya.

Nantinya direncanakan, jenazah akan dimakamkan di dua liang lahat, dengan masing-masing keluarga menempati satu liang di dalamnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved