Berita Balikpapan Terkini
Proyek Pelebaran Drainase Depan BSB Balikpapan Dikeluhkan Warga, Berdebu dan Semakin Macet
Kemacetan terjadi parah dan debu jalanan berterbangan di depan Balikpapan Superblock (BSB), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa proyek perbaikan jalan ataupun pelebaran drainase dilakukan oleh pemerintah Kota Balikpapan. Beberapa titik drainase dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Salah satu titik yang dikerjakan adalah daerah depan Balikpapan Superblock (BSB), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dari pantauan Tribunkaltim.co terlihat para pekerja sedang mengerjakan proyek tersebut. Beberapa bahan seperti beton berdiri di pinggir jalan yang akan digunakan untuk melebarkan drainase.
Pada Jumat (6/9/2019) sore pukul 17.30 suasana jalan depan BSB terlihat macet.
Beberapa kendaraan terlihat berjalan pelan karena terbatasnya luas jalan di area tersebut.
Beberapa warga juga mengeluh dikarenakan pengerjaan drainase tersebut.
Zulfa salah satu karyawan swasta mengatakan area tersebut tidak hanya macet pada hari kerja saja.
Namun di hari Minggu seringkali area jalan tersebut macet.
"Kalau masuk akhir pekan macet banget," tutur Zulfa.
Sementara Dewi salah satu pengendara roda dua mengeluh banyak sekali debu yang berterbangan ketika melintas jalan tersebut.
Sebelumnya Walikota Balikpapan Rizal Effendi meninjau beberapa lokasi pembangunan drainase, trotoar dan jalan yang ada di kota Balikpapan, Rabu (20/8/2019).
Rizal Effendi juga meninjau salah satu proyek yang rencananya akan usai pada akhir tahun 2019 ini yaitu pembangunan gedung Kelurahan Sepinggan Raya.
Menurut Rizal pembangunan kantor kelurahan Sepinggan Raya ini merupakan satu dari 160 paket pekerjaan yang dikerjakan pemerintah kota Balikpapan.
"Ada drainase, jalan dan lingkungan," kata Rizal Effendi. Dari data yang didapat Dinas Pekerjaan Umum kota Balikpapan gedung kelurahan Sepinggan Raya ini diprediksi akan selesai 30 Desember mendatang.
Kemudian jangka waktu pengerjaan gedung kelurahan akan dikerjakan selama 175 hari kerja. "Nilainya 14 Miliar," kata Rizal. Sumber dana yang digunakan untuk membangun gedung ini berasal dari APBD yang merupakan bagian dari anggaran tahunan pembangunan sebesar Rp 400 miliar rupiah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/drainese-balikpapan-dilebarin.jpg)