Kabar Terbaru Kasus Sparta, Anjing Milik Bima Aryo yang Terkam ART Hingga Tewas, Hal Lain Terungkap

Kabar Terbaru Kasus Sparta, anjing Milik Bima Arto yang Terkam ART Hingga Tewas, Hal Lain Terungkap

Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Instagram/@bimaaryo
Kabar Terbaru Kasus Sparta, Anjing Milik Bima Aryo yang Terkam ART Hingga Tewas, Hal Lain Terungkap 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar Terbaru Kasus Sparta, Anjing Milik Bima Arto yang Gigit ART Hingga Tewas, Hal Lain Terungkap

Sampai saat ini kasus anjing bernama Sparta, Anjing Terkam ART hingga tewas, masih terus bergulir.

//

Terungkap sejumlah fakta baru di balik kasus Sparta, anjing milik presenter Bima Aryo yang menggigit ART hingga tewas.

Kini Anjing bernama Sparta tersebut, dalam penanganan Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) guna dilakukan observasi.

Presenter Bima Aryo yang merupakan pemilik anjing Sparta, terlihat beberapa kali menyambangi anjing peliharaannya itu.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Irma Budiyani.

Dalam kunjungan tersebut, Bima Aryo diketahui sempat memberikan makan dan bermain-main sebentar dengan Sparta.

Diketahui, Sparta saat ini harus menjalani observasi selama dua pekan sejak ART bernama Yayan (35) hingga tewas.

Selain itu, ada beberapa fakta lain yang terungkap sejak Sparta diobservasi di BKHI.

Berikut sejumlah fakta lain yang dilansir SURYA.co.id dari Tribunnews.

1. Sparta girang ditemui pemiliknya

Saat ditemui awak media, Irma Budiyani mengaku, Sparta akan sangat bersemangat dan girang jika ditemui oleh BIma Aryo.

Irma Budiyani menuturkan, saat dijenguk Bima, anjingnya langsung senang.

"Pas mas Bima datang langsung senang, langsung loncat-loncat, langsung gonggong-gonggong," ucap Irma Budiyani seperti dikutip dari Tribunnews dalam artikel "Anjing Bima Aryo Baru Semangat saat Dijenguk Pemiliknya, Langsung Loncat-loncat dan Menggonggong".

2. Kondisi Sparta berubah drastis usai ditinggal Bima Aryo

Irma Budiyani juga menuturkan kondisi Sparta saat dibawa petugas untuk dievakuasi.

Irma Budiyani mengatakan bahwa Sparta sedih dipisahkan dengan pemiliknya.

"Sedih ditinggal sama mas Bima, dia (Sparta) kan punya perasaan, cuman dia enggak bisa ngomong saja.

Merah matanya, kayak anjing yang lemas, enggak ada semangat," kata Irma Budiyani.

Tiga anjing milik Bima dievakuasi Sudin KPKP Jakarta Timur, termasuk Sparta dan anjing milinois belgian lainnya, Anubis.

Namun, dari ketiga anjing itu, Sparta disebut yang paling sedih.

Irma Budiyani menuturkan Sparta bersedih karena sejak kecil memang dipelihara dan dididik Bima yang saat Yayan diterkam tak berada di rumah.

Sparta, anjing milik presenter Bima Aryo, di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswan) Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).
Sparta, anjing milik presenter Bima Aryo, di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswan) Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019). (Dok Puskeswan Ragunan)

"Yang Anubis (anjing Bima lainnya) kan dia masih belum dekat dengan mas Bima, yang dekat banget itu Sparta.

Kalau Anubis kan belum lama mas Bima punya itu. Karena dari kecil dirawat, dari umur dua bulan," ujarnya.

Irma bahkan menyebut Sparta menangis saat dievakuasi.

Saat berpisah dengan pemiliknya, anjing terebut dalam kondisi lemas seperti tidak bersemangat layaknya anjing galak.

Adapaun anjing itu berjenis Milanois Belgian yang memiliki karakter pemburu.

"Iya nangis merah matanya terus yang kayak lemas enggak ada semangat," kata Irma.

Anjing-anjing milik Bima Aryo akan menjalani observasi selama 14 hari, dihitung sejak anjing itu mengigit ART hingga tewas pada Jumat (30/8/2019) lalu.

Hasil observasi akan keluar pada 13 September 2019.

Setelah diobservasi, nantinya akan ketahuan apakah anjing tersebut mengidap rabies atau tidak.

Observasi juga akan menentukan anjing mana yang sebenarnya menggigit Yayan (35) hingga tewas.

3. Sparta bukan anjing peliharaan Bima Aryo

Merujuk hasil pemeriksaan ibu Bima, TD (72), Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid mengatakan anjing berjenis Malinois Belgia tersebut bukan milik Bima Aryo, melainkan keluarga.

"Menurut keterangan beliau (TD) bahwa anjing itu memang dari kecil dipelihara dan itu sudah sering bermain bersama," kata Abdul di Mapolsek Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019), seperti dikutip dari artikel Tribunnews yang berjudul "Sang Ibu Sebut Anjing Bernama Sparta yang Menerkam ART Hingga Tewas Bukan Milik Bima Aryo".

Selain tiga anggota keluarga Bima, penyidik juga memeriksa suami dan anak Yayan dan satu ART lain yang juga bekerja jadi ART di kediaman orang tua Bima.

Abdul menuturkan Bima tak diperiksa jadi saksi karena saat Sparta menerkam Yayan, presenter itu tak berada di rumah.

"Semuanya masih dalam tahap saksi, termasuk ibu Bima. Bima memang tidak dipanggil karena pada saat itu tidak ada di tempat, sedangkan pemilik anjing itu adalah ibunya sendiri yang punya," ujarnya.

Lantaran TD menyebut Sparta anjing milik keluarga, Kanit Reskrim Polsek Cipayung menuturkan penyidik tak menganggap Sparta milik Bima.

Menurutnya anjing yang sudah menyerang tiga orang, termasuk Yayan itu merupakan milik orang tua Bima yang memperkejakan korban.

"Dia (TD) menyebutnya punya keluarga. Keluarga ya ibunya, bapaknya. Kalau Bima dan itu kan anak terakhir sebenarnya. Kalau pengakuan dari ibunya ya keluarga. Kalau keluarga ini kan orang tua," tutur Budi.

Diberitakan sebelumnya, anjing Bima Aryo berjenis Malinois Belgian telah menggigit Yayan (35), ART yang baru 2 minggu bekerja di rumah sang majikan yang juga ibunda Bima Aryo, TD (72).

Pada hari Jumat (30/8/2019), sekira pukul 19.00 WIB, Yayan (35) awalnya diminta sang majikan untuk membuka kandang anjing tersebut.

Namun begitu membuka kandang, anjing tersebut langsung menggigit dan menerkam Yayan.

Sayangnya begitu dilarikan ke ke Rumah Sakit Adhyaksa, nyawa Yayan tak tertolong akibat kehabisan banyak darah

Atas musibah ini, Bima Aryo mengaku banyak belajar dari musibah yang menimpa pembantu barunya yang baru dua minggu bekerja.

"Banyak sekali pelajaran, nanti harus kita share," kata Bima Aryo di kediamannya di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (2/9/2019).

Presenter Bima Aryo dan anjing belgian malinois.
Presenter Bima Aryo dan anjing belgian malinois. (Instagram / @bimaaryo)

Untuk sekarang Bima Aryo menyebut belum dapat memberi keterangan dan hanya bisa mempersilakan ketiga anjingnya dibawa Sudin KPKP Jakarta Timur.

Dia hanya menyampaikan bahwa musibah yang menimpa Yayan merupakan musibah bagi keluarganya dan warga sekitar.

"Ini tragedi bagi kita semua. Sebuah tragedi, yang menyedihkan bagi kita semua," ucapnya saat dihubungi Tribunnews, Selasa (3/9/2019).

"Saya belum tahu informasinya, kalau sudah tahu info akan saya kabari," tuturnya.

Bima Aryo pun mengaku belum mengetahui secara lengkap.

Namun menurutnya kondisi cahaya malam itu minim.

“Nah itu dia kita nggak tahu (apakah benar Sparta yang menyerang), pas kejadian kan gelap. Kita nggak tahu nih."

"Makanya saya juga mau tanya-tanya dulu. Saya baru banget selesai urusan wedding," ungkap Bima Aryo.

Di sisi lain, Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid mengatakan korban yang baru dua minggu bekerja di rumah majikannya itu awalnya diperintahkan TD (72) untuk memberi makan anjing berjenis Malinois Belgian itu.

Korban sempat menolak karena takut.

Namun, karena merasa tidak enak dengan majikan lantaran baru bekerja dua minggu, korban lantas menuruti perintah TD.

"Sudah buka aja enggak apa kok', kata ibu itu (TD).

Padahal pembantu rumah tangga itu sama sekali enggak berani masalah anjing itu," kata Abdul di Mapolsek Cipayung, Senin (2/9/2019).

Abdul menjelaskan, saat korban membuka kandang, anjing tersebut langsung menyerang dan mencabik tubuh korban.

"Langsung nerkam, lukanya banyak ada di leher, di payudara, di dada, paling banyak dada tengah banyak luka cakaran," ujar Abdul.

Korban yang bersimbah darah pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Adhyaksa.

Namun, karena lukanya parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Sesampainya di RS Polri, korban meninggal dunia.

"Dari pihak keluarga (korban) tidak menghendaki untuk diaotopsi.

Makannya kami keluarga korban ke sini untuk berikan pernyataan untuk rumah sakit agar tidak diotopsi," ujar Abdul.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved