Jalan Tol Balsam Diresmikan Oktober 2019, Segini Tarif Jalan Tol di Ibu kota Negara yang Baru

Danang Parikesit memastikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) diresmikan akhir Oktober 2019.

Jalan Tol Balsam Diresmikan Oktober 2019, Segini Tarif Jalan Tol di Ibu kota Negara yang Baru
TribunKaltim.co / Fachmi Rahman
TINJAU TAHURA - Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Sejumlah Menteri, Pejabat Pemprov dan Bupati Kukar melihat peta lokasi Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Selasa (7/5). Kedatangan Presiden Joko Widodo beserta rombongan untuk melihat lahan yang ditawarkan Pemprov Kaltim sebagai lokasi Ibukota Negara yang baru. (TribunKaltim.co/FACHMI RACHMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit memastikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) diresmikan akhir Oktober 2019.

Bagian yang diresmikan merupakan Seksi II, III, dan IV porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk.  

"Sebelumnya dilakukan serah terima dari kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ke Jasa Marga.

Setelah itu, tol ini menjalani uji laik operasi baru diresmikan," kata Danang saat meninjau perkembangan proyek Tol Balsam, Minggu (8/9/2019).

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan porsi BUJT sudah sangat siap diresmikan, sementara pekerjaan yang masih tersisa dari total keseluruhan berada di Seksi I dan V.

 "Ya ini di titik-titik tertentu masih berupa tanah," ucap Desi. Setelah diresmikan, tol ini kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sebelum dikenakan tarif sebesar Rp 1.000 per kilometer.

Tol Balsam di Ibu Kota Baru RI di Kalimantan Timur Bisa Dipakai Libur Natal 2019, Begini Progresnya

Tol Balsam Pertama di Pulau Kalimantan, Tol Berkualitas di Lokasi Ibu Kota Baru RI Kalimantan Timur

Punya 4 Gerbang Tol, Konstruksi Jalan Tol Balsam 96,8 Capai Persen, Pembebasan Lahan Sudah 99 Persen

Hingga saat ini, progres pembangunan fisik Seksi II, III, dan IV sudah mencapai 97,57 persen.

Sisa pekerjaan tinggal pemasangan rambu dan marka jalan, pembangunan gerbang tol, dan komponen akhir konstruksi.

Sementara Seksi I dan V yang merupakan porsi pemerintah masih terkendala pengadaan lahan.

Dua seksi ini, menurut Danang, merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Halaman
123
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved