Kamis, 7 Mei 2026

Dukung Audisi Bulu Tangkis PB Djarum, Menpora Dikritik YLKI

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI), Tulus Abadi, mengkritik sikap Menteri Pemuda dan Olahraga

Tayang:
pdjarum.org
Audisi PB Djarum menjadi polemik karena dituding melakukan eksploitasi anak 

Para peserta audisi juga dianggap terpapar brand image Djarum.

Dari beberapa pandangannya, yayasan tersebut menyimpulkan, audisi PB Djarum yang melibatkan anak usia 6-15 tahun diduga sebagai ekspoloitasi anak karena memanfaatkan tubuh anak untuk mempromosikan brand image Djarum.

Selain itu, anak juga dinilai diikurtsertakan dalam penyelenggaraan yang disponsori produk tembakau.

Alasan lain adalah mereka menggunakan logo produk tembakau yang dianggapp termasuk brand image.

Audisi PB Djarum menjadi polemik karena dituding melakukan eksploitasi anak
Audisi PB Djarum menjadi polemik karena dituding melakukan eksploitasi anak (pdjarum.org)

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, pihaknya telah memberikan bukti dan penjelasan apabila PB Djarum bukan produk tembakau.

"Kita sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kita dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kita bukan produk rokok," ujar Yoppy, Sabtu (7/9/2019), dikutip dari pbdjarum.org.

Berikut ini tanggapan beberapa pihak terkait keputusan PB Djarum untuk menghentikan audisi beasiswa bulutangkis.

1. Kak Seto

Menurut pemerhati anak, Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto, keputusan PB Djarum untuk menghentikan audisi dianggap seperti anak kecil yang sedang ngambek.

"Saya melihat ini kok kayak anak kecil yang sedang ngambek," kata Seto Mulyadi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/9/2019) malam, dikutip dari Kompas.com.

Kak Seto menilai KPAI telah melakukan hal yang benar karena eksploitasi anak yang diangkat merujuk pada iklan merek Djarum yang identik dengan rokok.

Ketua Lembaga Anak Indonesia (LPAI) tersebut kemudian menanyakan soal ketulusan PB Djarum dalam membina anak-anak bangsa.

"Lha terus kemurniannya dan ketulusannya bagaimana untuk membina anak-anak? Bila memang serius, seharusnya tidak menghentikan audisi dengan alasan iklan tersebut," katanya.

Menurutnya, terjadi brand image dalam audisi tersebut.

"Bahwa di balik audisi yang bersejarah dan menghasilkan pemain-pemain dunia adalah rokok," katanya.

Kak Seto saat diwawancarai di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/8/2017).
Kak Seto (Kompas.com/Ira Gita)
Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved