Kamis, 7 Mei 2026

Dukung Audisi Bulu Tangkis PB Djarum, Menpora Dikritik YLKI

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI), Tulus Abadi, mengkritik sikap Menteri Pemuda dan Olahraga

Tayang:
pdjarum.org
Audisi PB Djarum menjadi polemik karena dituding melakukan eksploitasi anak 

2. Erick Thohir

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir mengaku prihatin atas polemik tersebut.

Ia yakin kedua lembaga yang bersangkutan memiliki tujuan untuk memajukan bangsa Indonesia.

Dua lembaga tersebut juga disebut memiliki peran yang penting bagi bangsa.

Untuk itu, ia akan berdiskusi dan memanggil kedua belah pihak untuk mencari jalan tengah.

"KPAI dan PB Djarum dua lembaga yang sama-sama dibutuhkan untuk bangsa Indonesia."

"Oleh sebab itu, saya ingin kedua pihak duduk bersama sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk bangsa kita, khususnya dunia olahraga," ujar Erick dalam siaran persnya pada Minggu (8/9/2019), dikutip dari Kompas.com.

Erick juga menambahkan, ia tak ingin berbagai pihak terjebak tanpa ada solusi.

Apalagi bulutangkis menjadi satu-satunya cabang olahraga yang banyak menyumbang medali emas.

3. Mohammad Ahsan

Mohammad Ahsan menyayangkan keputusan PB Djarum untuk menghentikan audisi pencarian bakatnya.

Ganda putra kebanggaan Indonesia ini menilai, klubnya menjadi satu-satunya klub yang mampu menjemput anak berbakat ke berbagai daerah.

Ia khawatir apabila audisi dihentikan, bakat-bakat cemerlang tak akan terpantau.

"Pastinya sangat disayangkan kalau nggak ada audisi lagi, karena satu-satunya klub yang bisa jemput bola ke berbagai daerah itu hanya PB Djarum."

"Sekarang kalau nggak ada lagi audisi, mungkin bakat-bakat di daerah bisa nggak tahu mau ke mana. Bisa jadi nggak tersaring atau tidak terpantau," katanya, Minggu (8/9/2019) kepada Kompas.com.

Atlet PB Djarum yang baru saja menjadi juara dunia ini juga meminta pihak yang melarang, dalam hal ini KPAI, memberikan solusi terbaik.

"Mungkin bagi pihak yang melarang, harus memberikan solusi, bisa mencarikan sponsor serupa seperti Djarum,"

Ia juga menegaskan, PB Djarum murni membina atlet.

4. PBSI

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) menjadi satu pihak yang menyayangkan soal penghentian audisi PB Djarum.

Polemik yang terjadi ini dinilai Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto, menjadi hal yang tragis.

"Masalah ini tragis. Jujur di awal saya datang ke Purwokerto ini dengan berbunga-bunga, karena saya pikir masalah audisi ini sudah menemukan jalan keluar."

"Terakhir saya mendapatkan surat yang isinya, audisi umum tetap berjalan, karena ini menjadi salah satu cara atau metode bagaimana bulu tangkis Indonesia bisa terus konsisten menjaga re-generasi," ungkap Budiharto, dalam konferensi pers jelang Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Hotel Aston Purwokerto, Sabtu (8/9/2019), dikutip dari pbdjarum.org.

Achmad menilai, PB Djarum paling berkontribusi dalam menyumbang atlet ke Pelatnas.

5. Orang tua peserta

Sejumlah orang tua peserta audisi mengaku kecewa dengan penghentian audisi PB Djarum.

Termasuk orang tua seorang peserta bernama Parjimin asal Boyolali.

"Kami sangat sedih jika tahun depan benar-benar tidak ada Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum."

"Pihak KPAI yang mengatakan jika adanya eksploitasi anak itu yang bagaimana, mohon dijelaskan," kata Parjimin di sela-sela Audisi Umum Bulutangkis di Sasana Krida, GOR Satria Purwokerto, pada Minggu (8/9/2019), dikutip dari Tribun Jateng.

Menurutnya, audisi PB Djarum menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dari anak-anak.

Terlebih bagi orang tua yang kurang mampu, beasiswa bulutangkis menjadi hal yang luar biasa.

"Jika tidak ada audisi arahnya mau kemana."

"Dengan adanya audisi ini sangat membantu untuk menyalurkan anak-anak yang berprestasi."

"Bagi orangtua yang miskin, anak-anak mereka yang tersalurkan dan mendapat beasiswa adalah sebuah anugerah," kata dia.

Sementara itu Aris Amaludin, orang tua peserta asal Banjarnegara meminta berbagai pihak tak memotong prestasi anak bangsa.

"Djarum memang identik dengan rokok tetapi harus dibedakan mana bisnis dan mana yang prestasi."

"Jangan membuat sensasi dan memotong prestasi."

"Indonesia salah satu prestasi dunianya adalah bulu tangkis," katanya.

6. Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menilai tak ada unsur eksploitasi anak dalam audisi PB Djarum sehingga tak ada alasan untuk menghentikan.

Audisi Djarum bahkan juga menghasilkan juara-juara dunia.

"Mestinya jalan terus krn tak ada unsur eksploitasi anak. Bagkan audisi Djarum sudah melahirkan juara2 dunia

Lagipula olahraga itu butuh dukungan sponsor.

Ayo lanjutkan," tulisnya dalam sebuah foto.

Sementara dalam keterangan unggahan, Imam Nahrawai akan segera membuat sikap resmi.

Kami buat sikap resmi Kemenpora setelah ini. Bgmn pendapat Anda tentang audisi Djarum Foundation? -IN

(*)

KPAI Sebut Ada Eksploitasi Anak, PB Djarum: Tidak Ada Titik Temu, Ya Lebih Baik Berhenti Saja

PB Djarum Hentikan Audisi Bulu Tangkis Karena Tudingan Eksploitasi Anak, Susy Susanti Komentar Ini

Pasca Teguran dari KPAI, PB Djarum Hentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Tahun Depan

KPAI Anggap Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Djarum Foundation Eksploitasi Anak Terselubung

3 Kesepakatan Duo Semangka dengan KPAI Gegara Goyang Mantul-mantul, Terungkap Fakta Asuransi Dada

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved