Jumat, 17 April 2026

Berita Berau Terkini

Di Ambang Defisit Listrik, Ini Antisipasi yang Dilakukan PT PLN Berau Kalimantan Timur

Dalam satu tahun saja, penambaha beban naik 4 megawatt. Dari 22 megawatt menjadi 26 megawatt. Karena banyaknya pemasangan baru

Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
PT PLN saat ini tengah menyiapkan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit I berkapasitas 7 megawatt, sehingga total produksi listrik dari PLTU Teluk Bayur mencapai 14 megawatt. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemadaman listrik selama satu pekan ini mengungkap persoalan lain yang dihadapi oleh PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Nah, pemadaman listrik ini dilakukan karena PLN tidak memiliki pembangkit listrik cadangan untuk tetap melayani pelanggannya ketika salah satu mesin pembangkit mengalami kerusakan maupun dalam masa perawatan.

Saat ini, PT PLN hanya memiliki daya listrik sebesar 27 megawatt. Sementara beban puncak pemakaian listrik mencapai 26 megawatt.

Video Pilihan:

Padahal, satu tahun lalu di 2018, beban puncak hanya 22 megawatt.

Menurut Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), PT PLN, Hendra, beban puncak pemakaian daya listrik setiap tahun mengalami lonjakan.

Penyebabnya pertumbuhan penduduk dan infrastruktur publik, maupun pemenuhan listrik untuk kalangan rumah tangga.

Dalam satu tahun saja, penambaha beban naik 4 megawatt. Dari 22 megawatt menjadi 26 megawatt. Karena banyaknya pemasangan baru dan pelanggan yang melakukan penambahan daya.

Dengan kemampuan produksi listrik hanya 27 megawatt, sementara beban puncak 26 megawatt, itu artinya Kabupaten Berau sudah memasuki ambang defisit sumber daya listik.

Untuk mengantisipasi hal ini, PT PLN kata Hendra, saat ini tengah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur unit I. PLTu Teluk Bayur memiliki dua unit mesin pembangkit, masing-masing berkapasitas 7 megawatt, namun baru satu yang beroperasi.

“Yang beroperasi di PLTU Teluk Bayur saat ini adalah unit II, sementara Unit I dalam proses finishing dan balancing turbin, kami targetkan bulan Desember 2019 nanti beroperasi,” kata Hendra kepada Tribunkaltim.co.

Dengan demikian, secara keseluruhan, dalam waktu dekat ini PLN Berau akan mengelola daya listrik 37 megawatt dari PLTU Lati dan Teluk Bayur.

“Rencana kami mempercepat unit I PLTU Teluk Bayur 7 megawatt dan menambah mesin 2 megawatt PLTD (Pembangkit Litsrik Tenaga Diesel) untuk mengatasi pertumbuhan beban yang terus meningkat,” tandasnya.

Ditambah lagi dengan rencana penambahan unit IV PLTU Lati. PLTU Lati adalah mesin pembangkit yang dibangun oleh Pemkab Berau belasan tahun lalu.

Dan kini dikelola oleh perusahaan daerah milik Pemkab Berau, yakni PT Indo Pusaka Berau (IPB) sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 49 persen.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved