Selasa, 21 April 2026

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang Pilot, Penglihatan Hanya Mampu Menembus 200 Meter

Ratusan jadwal penerbangan domestik terganggu akibat kabut asap yang menerjang beberapa kota di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Tribunkaltim.co/ Muhammad Arfan
Kabut asap usai kebakaran lahan di Tanjung Selor beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ratusan jadwal penerbangan domestik terganggu akibat kabut asap yang menerjang beberapa kota di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Jarak pandang di landas pacu Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, misalnya hanya sektiar 200 meter, kurang dari standar 500 meter, sehingga penerbangan dibatalkan.

Secara keseluruhan, akibat kabut asap tebal, sepanjang hari Minggu (15/9/2019), terdapat setidaknya 118 penerbangan yang terganggu.

Maskapai Garuda Indonesia membatalkan sedikitnya 12 penerbangan, adapun Lion Air Grup mengalami keterlambatan, pengalihan dan penundaan pada 106 penerbangan.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengungkapkan keputusan membatalkan penerbangan ditempuh dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Sebab jarak pandang penerbangan yang terbatas yang berisiko terhadap keberlangsungan operasional penerbangan," ujar Ikhsan Rosan, melalui pernyataan tertulis, kemarin.

Sehubungan dengan dampak kabut asap yang mengakibatkan jarak pandang penerbangan yang terbatas, mengganggu jarak pandang pilot/co-pilot, maka maskapai Nasional Garuda Indonesia membatalkan sedikitnya 12 penerbangan disejumlah sektor penerbangan domestik, Minggu kemarin.

Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor Aditya Putra Patria mengatakan sebanyak tujuh penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (15/9/2019) mengalami penundaan keberangkatan atau delay akibat tebalnya kabut asap di landasan pacu.

"Hari ini ada 7 penerbangan keberangkatan yang delay karena visibility (jarak pandang) di runway hanya 200 meter," ujar Aditya Putra Patria. Jarak pandak minimum pilot, pesawat baru diberangkatkan saat jarak pandang di landas pacu (runway) sudah di atas 500 meter.

Bayi 4 Bulan Meninggal Diduga Akibat Kabut Asap Karhutla, Orangtua Ikhlas Soal Penyebab

Gara-gara Kabut Asap, Ifan Seventeen Terjebak di Bandara Juwata Tarakan

Menurut Aditya, beberapa pesawat bahkan sudah berjalan menuju ujung runway untuk bersiap lepas landas.

Namun, karena pilot tak ingin mengambil risiko, terpaksa kembali ke upron menunggu kabut asap mereda.

"Ada yang masih diam di apron dan ada juga yang kembali ke upron karena tidak memungkinkan untuk lepas landas," tutur Aditya. Selain menggangu jadwal keberangkatan, kabut asap juga mengacaukan jadwal kedatangan.

Ada 5 penerbangan yang sedianya akan mendarat terpaksa standby di bandara asal.

Penerbangan Lion Air dialihkan ke Surabaya Bahkan satu pesawat Lion Air JT 320 yang sudah terbang dari Jakarta, batal mendarat dan dialihkan ke Bandara Juanda Surabaya.

"Pesawat dari Jakarta, karena di sini tidak memungkinkan untuk mendarat terpaksa dialihkan ke Juanda Surabaya," ucap dia.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved