Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Saat Razia Satpol PP, Penetapan Tersangka Tunggu Hasil Gelar Perkara

Sejauh ini, Kepolisian telah memeriksa 17 saksi, diantaranya enam mahasiswa, empat diantaranya korban pengeroyokan.

Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Saat Razia Satpol PP,  Penetapan Tersangka Tunggu Hasil Gelar Perkara
TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prastyo)
Silvester Hengki Sanan, menderita luka yang diduga diakibatkan ulah Satpol PP, Samarinda, ikut aksi unjuk rasa pasca terjadinya pengeroyokan kepada 8 mahasiwa yang dilakukkan oleh Satpol PP Kota Samarinda Balai Kota Pemkot Jalan Kesuma Bangsa Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Kota Samarinda terhadap sejumlah mahasiswa terus diproses oleh Kepolisian.

Kepolisian menegaskan, kasus tersebut terus ditangani dan saat ini pihaknya telah menemukan titik terang atas kasus yang sempat membuat heboh Samarinda.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa menerangkan, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara guna menentukan kelanjutan kasus tersebut, serta meningkatkan kasus pengeroyokan itu ke penetapan tersangka.

"Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan gelar perkara, dari gelar perkara itulah kita akan ketahui bagaimana kasus ini selanjutnya," ucapnya, Senin (16/9/2019).

Sejauh ini, Kepolisian telah memeriksa 17 saksi, diantaranya enam mahasiswa, empat diantaranya korban pengeroyokan, sisanya personel Satpol PP.

Selain telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Satpol PP, Kasi dan Kabid saat operasi razia itu juga telah menjalani pemeriksaan.

"Diawal pemeriksaan, Kasi dan Kabidnya sudah kita mintai keterangan, lalu anggota-anggotanya yang ikut dalam operasi itu, yang lainnya mahasiswa dan korban," jelasnya.

Kasus itu sendiri didasarkan atas laporan korbannya yang merupakan mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Samarinda.

Terdapat dua pasal yang dapat menjerat pelakunya, yakni Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, serta Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman kurungan mencapai 5 tahun penjara.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved