Seleksi Bridge, Balikpapan Dominasi Atlet di Pra PON 2020
Hal ini seperti edisi sebelumnya atlet Balikpapan sukses menembus PON 2016 lalu di Jawa Barat.
Berikut daftar atlet Bridge Balikpapan yang lolos ke Pra PON:
1. Catrine
2. Donny Polii
3. Editha
4. Pangky
5. Fathurahmat
6. Salma Aulidha
7. Rachmi Yunita
8. Ester Soriton
9. Jessica
10. Farrellyn Aurel
11. Francis
12. Tonny
13. Jeffer Emor.
Di tempat terpisah, meski fasilitas dirasa tak memadai, atlet Bridge Balikpapan tetap fokus latihan, yang berlangsung di Sekretariat Gabsi di Balikpapan Tennis Stadium, atau yang akrab disebut Beje-beje oleh masyarakat Balikpapan, pada Rabu (2/1/2019).
Kendati hanya dengan fasilitas seadanya, ruangan yang plafonnya jebol itu tetap dimaksimalkan.
Sekretaris Umum Pengcab Gabsi Balikpapan, Octavianus Batara mengatakan apapun kendala dilapangan, latihan ini tetap berjalan demi kebaikan atlet.
“Dari tahun ke tahun menggunakan fasilitas di sini. Mau diapakan lagi, karena hanya ini yang diberikan. Yang terpenting bagi kami serta para atlet, ya ada tempat berlatih dan bertanding sudah cukup. Para atlet pun tetap antusias mengikuti sesi latihan ini,” kata Octavianus.
Cuaca ekstrem akhir-akhir ini, menurutnya membuat para atlet sulit untuk menjajal latihan.
Tentu peran pemerintah kota ataupun KONI Balikpapan sangat diharapkan.
Minimal membenahi fasilitas yang ada. Apalagi saat ini telah memasuki tahun 2019, yang seharusnya fasilitas juga dilakukan pembaharuan.
“Asal hujan pasti bocor. Khawatir kerusakannya tambah parah,” jelasnya.
Terlepas dari itu, dikatakan yang terpenting bagaimana kesediaan alat bertanding.
Sampai saat ini, belum ada mesin kocok kartu (fasilitas alat olahraga Bridge) yang memadai.
Octavianus mengungkapkan, para pengurus sebenarnya memiliki satu mesin, hanya saja kondisinya sudah tidak layak pakai.
Kendati telah ada beberapa usaha yang dilakukan untuk memperbaiki alat tersebut di Surabaya, namun hingga saat ini perbaikan tak kunjung selesai.
Ditambah lagi harga alat yang diungkapkannya cukup menguras anggaran. Tercatat berkisar hingga Rp100 Juta per satu alat kocok kartu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bridge-satu.jpg)