Sabtu, 2 Mei 2026

Darurat Kabut Asap

Kabut Asap Berdampak pada Ekonomi & Kesehatan, Kapolda Kaltara Imbau Masyarakat Tunda Membuka Lahan

Kapolda Katara Brigjen Pol Indrajit mengingatkan masyarakat untuk sementara berhenti melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan membakar lahan.

Tayang:
TRIBUN KALTIM/ M ARFAN
Kapolda Kalimantan Utara memberi keterangan kepada awak media di Makodim 09/03 Tanjung Selor usai digelarnya video konferensi dengan Kodam IV/Mulawarman, Selasa (17/9/2019). Kapolda turut didampingi (dari kiri ke kanan) Kadinkes Kaltara, Kepala BPBD Bulungan, Dandim 09/03 Tjs, Kapolres Bulungan, dan Kepala BPBD Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kabut Asap Berdampak pada Ekonomi & Kesehatan, Kapolda Kaltara Imbau Masyarakat Tunda Membuka Lahan

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Indrajit mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sementara berhenti melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa bantuan dari masyarakat lain dan pihak-pihak lainnya.

Mantan Wakapolda Jawa Tengah ini meminta aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar dilakukan dengan mengutamakan prinsip Tenguyun, yang oleh masyarakat Bulungan berarti Gotong Royong.

"Cobalah dengan gotong royong atau Tenguyun. Bekerjasama bersama-sama membuka lahan secara manual.

Supaya sebaran api bisa dipantau dan diawasi dan tidak melebar," sebut Kapolda usai melakukan video konferensi di Makodim 09/03 Tanjung Selor, Selasa (17/9/2019).

Aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkontrol sebut Kapolda, dampaknya bisa dilihat dan dirasakan dalam beberapa hari terakhir ini, yakni timbulnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan Utara.

"Walau pun sebagian besar memang asap di Bulungan dan Tarakan beberapa hari terakhir ini karena kiriman dari provinsi tetangga. Karena angin bertiup dari Selatan ke wilayah Utara," sebutnya.

Kapolda menyebut, kabut asap beberapa hari terakhir ini telah memberi dampak negatif terhadap perekonomian Kalimantan Utara.

Seperti berhentinya aktivitas di bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor dan bandara Internasional Juwata di Kota Tarakan.

"Selain itu kabut asap juga berdampak ke anak-anak murid, siswa, pelajar kita.

Mereka rentan terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Semua agama, semua suku tentu tidak memperbolehkan ada aktivitas yang merugikan masyarakat lainnya," sebutnya.

Kalaupun masyarakat ingin membuka lahan sebut Kapolda, untuk kondisi kering saat ini sebaiknya ditunda dulu sampai curah hujan mulai normal.

BACA JUGA

Marah-marah saat Pimpin Rapat Karhutla di Pekanbaru, Jokowi: Kali Ini Kita Lalai Lagi

Kabut Asap Terus Menyelimuti, Singapura Bentuk Satgas dan Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved