Selasa, 5 Mei 2026

Musim Kemarau, Ratusan Hektar Padi Sawah di Luwu Terancam Mati

Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan mulai mengancam ratusan hektar padi sawah di Desa Lare-lare, Kecamatan Bua,

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/HO/Kompas.Com
Ratusan hektar padi sawah di Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (17/09/2019) dilanda kekeringan. Tanaman padi warga yang berumur lebih dari 1 bulan mulai layu dan terancam mati, begitupun dengan kondisi tanah persawahan mengalami retak-retak dengan lebar mencapai 15 sentimeter, akibat tidak mendapat pasokan air. 

TRIBUNKALTIM.CO,LUWU-Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan mulai mengancam ratusan hektar padi sawah di Desa Lare-lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (17/9/2019).

Tamanan padi mulai dan terancam mati padahal baru berumur lebih 1 bulan. 

Selain padi sawah yang terancam mati, kondisi tanah persawahan juga mulai retak-retak dengan lebar sekitar 15 sentimeter. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pasokan air di areal persawahan warga.

Menurut salah satu petani Desa Lare-Lare, Nursan, areal persawahan mereka mengandalkan irigasi desa. Namun saat ini sudah tak ada lagi air yang mengairi sawah akibat sumber air di sungai debitnya semakin turun.

“Kami pasrah saja menunggu musim hujan kembali tiba, karena irigasi sudah kering dan sumber air juga sudah semakin menurun,” kata Nursan, saat dikonfirmasi di lokasi.

Dilansir Kompas.Com, kondisi tanaman padi di desa tersebut terancam mati, yang membuat petani khawatir akan gagal panen dan merugi.

Petani berharap pemerintah membantu mengatasi kekeringan agar tanaman padi mereka kembali pulih.

“Disini ada 3 sungai sebagai sumber mata air cuma debitnya sudah turun, air sudah tidaka mengalir ke irigasi karena tidak ada penampungan atau Ambung air,” ucapnya.

350 hektar tanaman padi kekeringan Sementara menurut Tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Irwan Hamka mengatakan bahwa sebanyak 350 hektar tanaman padi sawah di Desa Lare-Lare terancam mati.

Ini akibat dampak kekeringan akibat akibat menurunnya debit air sungai dan penampungan air yang mengairi persawahan belum ada, sehingga penanganan kekeringan belum maksimal yang membuat petani terancam merugi.

“Ketiga sungai itu yakni Sungai Tampa, sungai Salu Kuring dan Sungai Kadinge, untuk sungai Salu Kuring dan Sungai Kadinge kondisinya memang belum maksimal untuk menyalurkan air ke persawahan," katanya.

"Mungkin ke depan bisa dimaksimalkan dengan membuat Ambung. Kondisi tanaman padi jika 1 atau 2 pekan ke depan tak mendapat air terancam mati,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Kekeringan, Warga Meletakkan Wadah Air di Depan Rumah Setiap Hari, Berharap Ada Dermawan Bagikan Air

Kekeringan Meluas di NTT, Warga Hampir Baku Pukul Gara-gara Berebut Air Bersih

Masuki Darurat Kekeringan, 9 Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo Butuh Air Bersih

Selama Kekeringan, Mobil Patroli Polisi di Trenggalek Dimodifikasi untuk Distribusikan Air Bersih

PDAM Berau Siapkan Air Bersih untuk Warga yang Alami Kekeringan, Namun Tempat Penampungan Sedikit

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved