Sabtu, 11 April 2026

Bupati Kutai Timur Temui Pekerja NTT yang Mengaku Diusir dari Camp

Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar MT bergeser ke Kecamatan Sangkulirang, hari ini, Rabu (18/9/2019) pukul 13.00 wita tadi.

Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Bupati Kutim Ismunandar 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Bupati Kutai Timur Temui Pekerja NTT yang Mengaku Diusir dari Camp

Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar MT bergeser ke Kecamatan Sangkulirang, hari ini, Rabu (18/9/2019) pukul 13.00 wita tadi.

Ia akan menemui warga NTT, pekerja perkebunan kelapa sawit PT Wahana Tritunggal Cemerlang (WTC), Kecamatan Karangan, di Kabupaten Kutai Timur, yang mengaku diusir dari camp tempat mereka tinggal di kawasan perkebunan.

“Saya dapat informasinya semalam. Ramai juga di media sosial. Tapi, saya mau temui dulu di Sangkulirang, di tengah-tengah.

Jadi yang dari Karangan, saya minta ke Sangkulirang, kita ketemu di Sangkulirang.

Saya ingin tahu duduk permasalahannya lebih dulu,” ungkap Ismunandar, sesaat sebelum beranjak dari Kantor Bupati Kutim.

Ismunandar mengatakan ia ingin mendudukkan perwakilan pekerja dengan pihak perusahaan juga.

Apa yang menjadi persoalan sesungguhnya.

“Saya harap perusahaannya juga hadir. Karena, mereka (para buruh, red) juga menginformasikan akan ke Kantor Bupati untuk meminta penyelesaian permasalahan yang mereka hadapi.

Mau bermalam di Kantor Bupati. Saya bilang, jangan dulu. Mari kita bicarakan dulu di Sangkulirang. Kalau masih bisa diterima lagi, apa salahnya,” ujar Ismunandar.

Seperti diketahui, aksi mogok puluhan buruh PT WTC berbuntut PHK sepihak dari perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, para buruh yang sudah di PHK ini pun langsung diusir dari tempat mereka tinggal di kawasan camp perusahaan.

Karena dianggap bukan karyawan lagi. Alhasil, para buruh bersama keluarga mereka ini pun terpaksa mengungsi ke aula Kantor Camat Karangan.

Aksi mogok para buruh ditenggarai pemotongan sepihak upah karyawan oleh perusahaan, untuk pembayaran pajak, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan.

Padahal, menurut mereka saat berobat mereka harus merogoh kocek sendiri.

BACA JUGA

Hadiri Hari Gerakan Pramuka di Sangatta, Gubernur Ajak Pramuka Lebih Cinta NKRI

Kabut Asap Melanda Kaltim, Polsek Sangatta Pasang Spanduk Imbauan Cegah Karhutla

Masih Rangkaian HUT Indonesia, Lomba Panjat Pinang, Lanal Sangatta Rebut Hadiah Utama

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved