Darurat Kabut Asap

Kabut Asap Masih Terjadi, Kodim 0907 Tarakan Lakukan shalat Istizqa Berdoa Meminta Hujan

Salat Istisqa, diikuti sebanyak 350 orang berasal dari TNI, kepolisian, dan sebagian masyarakat muslim di Kota Tarakan.

Kabut Asap Masih Terjadi,  Kodim 0907 Tarakan Lakukan shalat Istizqa Berdoa Meminta Hujan
TribunKaltim/Junisah
TNI, polri dan masyarakat khususnya umat muslim di Tarakan salat Istisqa di Masjid Islamic Center Baitul Izzah Kampung Empat, Rabu (18/9/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO - Melihat kondisi Kota Tarakan Provinsi Kaltara masih terjadi kabut asap dan kemarau, Kodim 0907 Tarakan secara spontanitas melakukan salat Istisqa (minta hujan) kepada Allah SWT, Rabu (18/9/2019) di Masjid Islamic Center Baitul Izzah Kampung Empat.

Salat Istisqa, diikuti sebanyak 350 orang berasal dari TNI, kepolisian, dan sebagian masyarakat muslim di Kota Tarakan.

"Salat Istisqa kita adakan secara sponitas ini, karena kami melihat, bahwa kita ini sudah benar-benar membutuhkan pertolongan dari Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa," Dandim 0907 Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Candra Lestianto.

Eko mengungkapkan, dengan adanya salat minta hujan kepada Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Kuasa, hujan dapat segera turun di Kota Tarakan.

"Ini musibah jadi kita sebagai mahluk cipta Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Kuasa harus dan wajib meminta pertolongan kepadanya," ucapnya.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan menambahkan, sebagai mahluk cipta Allah SWT sudah seharusnya meminta pertolongan dengan kondisi yang tidak hanya terjadi di Kota Tarakan, tapi di daerah lainnya di Indonesia yang juga terjadi kabut asap dan kemarau.

"Kita wajib meminta pertolongan kepada Allah SWT. Kita berharap dengan salat sunah dan membaca doa, mudah-mudahan hujan segera turun dan dapat meminimalisir kabut asap dan tidak lagi terjadi kebakaran lahan dan hutan baik di Tarakan maupun di daerah lainnya di Indonesia," ungkapnya.

Saat ditanya tentang kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kota Taraka, kata, Yudhistira, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kota Tarakan sudah dapat diatasi.

"Dua hari ini sudah kita padamkan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kota Tarakan. Luas lahan dan hutan yang terbakar juga tidak luas, hanya kecil saja," ujarnya.

Apa yang dikatakan, Yudhistira benar adanya. Pasalnya berdasarkan data BMKG Kota Tarakan, titik api di Kota Tarakan tidak tertangkap disatelit. Artinya titik api yang terjadi di Kota Tarakan tidak terlalu besar.

Halaman
12
Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved