Operasi Patuh Mahakam Berakhir, Polisi Tilang 830 Pengendara, Terbanyak Pekerja Swasta & Pelajar

Operasi Patuh Mahakam yang digelar serentak selama dua pekan, berakhir pada 11 September 2019 lalu. Polres PPU mencatat 830 pelanggaran.

Operasi Patuh Mahakam Berakhir, Polisi Tilang 830 Pengendara, Terbanyak Pekerja Swasta & Pelajar
TRIBUN KALTIM/ HERIANI
Salah satu lokasi operasi patuh mahakam di depan Pospol Petung, Kecamatan Penajam. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Operasi Patuh Mahakam Berakhir, Polisi Tilang 830 Pengendara, Terbanyak Pekerja Swasta & Pelajar

Operasi Patuh Mahakam yang digelar serentak selama dua pekan, berakhir pada 11 September 2019 lalu.

Polres Penajam Paser Utara (PPU) mencatat 830 pengendara roda dua dan roda empat yang kena tilang.

Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar melalui Kasat Lantas Polres PPU, AKP Edy Haruna melalui KBO Lantas Polres PPU, Ipda Wiji Santosa menuturkan, operasi patuh Mahakam yang dilaksanakan Polres PPU selama 14 hari, mulai 29 Agustus 2019 itu.

Masyarakat yang terjaring tilang berjumlah 830 pelanggar.

Selain ditilang, masyarakat juga ditegur dan datanya diinput melalui aplikasi E-Teguran Ditlantas Polda Kaltim sebanyak 783 pelanggaran.

"Selama operasi patuh berlangsung, tidak terjadi laka lantas," katanya, Rabu (18/9/2019).

Masyarakat yang terjaring razia, dan ditilang terbanyak adalah pekerja swasta, disusul oleh pelajar. Rata-rata pelanggar dalam satu hari yang ditilang sebanyak 60 orang.

"Pelanggaran yang paling banyak dilanggar lalu lintas adalah tidak menggunakan helm bagi roda dua dan tidak memasang safety belt bagi roda empat," tambahnya.

Polres PPU melalui Sat Lantas terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved