Kukar jadi Wilayah Kasus Stunting Terbanyak di Kaltim

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kurkar) sebagai daerah dengan kasus bayi stunting tertinggi di Kaltim

Kukar jadi Wilayah Kasus Stunting Terbanyak di Kaltim
TribunKaltim/Purnomo susanto
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kaltim, Andi M Ishak 

TRIBUNKALTIM.CO - Sesuai pendataan kasus stunting (Bayi pendek) di Kaltim per-September tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menetapkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kurkar) sebagai daerah dengan kasus bayi stunting tertinggi di Kaltim, yakni sebanyak 3.397 Bayi Umur Lima Tahun (Balita) Stunting.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, peringkat kedua dengan catatan balita stunting di Kaltim berada di Kota Balikpapan, yakni sebanyak 3.221 Balita stunting.

Kemudian, peringkat ketiga jatuh pada Kabupaten Paser, yakni sebanyak 3.751 Balita stunting.

“Pendataan ini, kita lakukan kepada 10 kabupaten kota se-Kaltim, pada Selasa (17/9/2019), pukul 19.59 WITA. Pendataan, kita lakukan melalui pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat  (e-PPGBM) secara online,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim.co di kantornya, di Jalan AW Syahranie, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Jumat (20/9/2019).

Kasus terendah Balita stunting di Kaltim, dikatakan Andi, terdapat di Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu), dengan jumlah kasus stunting sebanyak 64 Balita.

Dibeberkan pula olehnya, jumlah keseluruhan kasus Balita stunting di Kaltim sebanyak 17.432 Balita. Jumlah ini, disampaikan olehnya, lebih sedikit dari jumlah yang disampaikan sebelumnya.

“Kalau jumlah sebelumnya yang saya sampaikan sebanyak 20.641 kasus stunting, merupakan pendataan yang dilakukan pada Juli lalu. Nah, kalau data terbaru yang saya sampaikan sekarang. Pendataan dilakukan sama dengan sebelumnya, dilakukan sesuai nama dan alamat. Jadi pendataan dapat dikatakan valid,” tuturnya.

Adapun data jumlah keseluruhan Balita, Andi menyatakan, September ini pihaknya telah melakukan pendataan kepada 147.019 Balita di seluruh Kaltim.

Kemudian, dituturkannya, Balita yang dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan sebanyak 83.145 Balita. Lalu didapati, dibeberkan olehnya lagi, ada 17.432 Balita stunting.

“Artinya, dari 147.019 Balita di Kaltim, ada 20,97 persen kasus Balita stunting di Kaltim. Kemudian, dibandingkan bulan Juli lalu, kasus balita stunting di Kaltim sudah mengalami penurunan. Terbukti, dari 20.641 balita stunting yang didata Juli lalu, mengalami penurunan menjadi sebanyak 17.432 balita stunting,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved