Pemindahan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Hotel di Balikpapan Sudah Rasakan Imbasnya

Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan menjadi salah satu hotel di Balikpapan yang merasakan dampak pemindahan ibu kota

Pemindahan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Hotel di Balikpapan Sudah Rasakan Imbasnya
HO/Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan
Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Presiden Jokowi mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota baru berada di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartenagara.

Kebijakan pemindahan ibu kota ini terbukti telah ikut andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pergerakan okupansi hotel-hotel baru di Kota Balikpapan

Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan bagian dari Marriott International ini pun merasakan imbas dengan isu pemindahan ibu kota baru.

Hotel yang baru beroperasi tiga bulan ini mengalami peningkatan okupansi hingga 80 persen.

Muhamad Viktor A Sin General Manager Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan mengatakan, sebulan ini banyak investor yang stay atau nginap di Hotel Four Point.

Kebanyakkan dari mereka melihat peluang bisnis dan pertumbuhan ekonomi di kawasan ibu kota baru Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara.

Dengan adanya pemindahan ibu kota baru, dan banyaknya acara pemerintahan pusat di Kota Balikpapan memberikan sumbangsih pertumbuhan okupansi Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan meningkat hingga 80 persen.

"Ini untuk hotel baru running dibulan ke tiga ya.

Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah.

Dengan lokasi yang sebenarnya tidak ideal, berada di dalam dekat perkampungan dan kekuatan merek atau brand membuat orang memilih ini," kata Viktor.

Tidak Pindah Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur dari Sekarang, Davao yang Akan Berkembang

Menteri Perhubungan Sebut Transportasi Kereta Api Perlu Diwujudkan di Lokasi Ibu Kota Negara Baru

Dia pun menyebutkan, okupansi rata-rata untuk Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan mencapai 60 persen.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Balikpapan bulan ini seperti lagi bagus.

"Saya lihat hotel-hotel di Balikpapan lagi tinggi.

Kebetulan kami tidak memiliki ballroom, kalau ada ballroom okupansi bisa mencapai 80 persen.

Alasannya selain karena ibu kota baru, juga kegiatan Pemerintahan saat ini lagi banyak, seperti acara Bapenas beberapa waktu lalu dan lainnya," katanya. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved