Darurat Kabut asap

Peralatan BPBD Belum Memadai Tangani Karhutla Intensitas Besar, Sarankan Siapkan Kanal Air

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara mengakui perlengkapan alat pemadam kebakaran yang dimilikinya belum memadai

Peralatan BPBD Belum Memadai Tangani Karhutla Intensitas Besar, Sarankan Siapkan Kanal Air
TribunKaltim/M Arfan
Proses pendinginan titik kebakaran lahan di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pekan kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara mengakui perlengkapan alat pemadam kebakaran yang dimilikinya belum memadai untuk menangani kebakaran hutan dan lahan dengan intensitas besar.

Kepala BPBD Kalimantan Utara Muhammad Pandi mencontohkan, beberapa titik kebakaran sejauh ini sangat sulit diakses karena berada jauh dari akses jalan.

"Terkadang jaraknya itu 700 meter lebih dari titik mobil pemadam kebakaran. Sedangkan selang kita hanya sampai 400-500 meter. Ini yang terkadang menyulitkan," sebut Muhammad Pandi, Selasa (24/9/219) dalam 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor.

5 Titik Api Karhutla di Wilayah Kodam VI Mulawarman Masih Belum Berhasil Ditanggulangi

Sejumlah Perusahaan Berafiliasi Singapura dan Malaysia Penyebab Karhutla di Indonesia

Lapisan Daun Ranting Kering Sulitkan Pemadaman Karhutla di Tanjung Palas Timur

Sederet Kendala yang Dihadapi Petugas untuk Padamkan Karhutla di Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia

Tak ayal, petugas pemadam hanya berusaha membatasi daerah sebaran api agar tidak menyebar.

"Kita juga berterimakasih kepada TNI/Polri, masyarakat, perusahaan, dan komponen BPBD sudah bergerak melakukan penanganan di lapangan dengan cukup baik. Kita lakukan penanganan sampai batas kemampuan," sebutnya.

BPBD mengklaim masih terus menginvestarisir keperluan peralatan baru dalam APBD 2020 mendatang. Yang jelas sebut Pandi, yang paling utama dibutuhkan ialah mobil pemadam lengkap dengan selang yang daya jangkaunya memadai.

Mantan Kepala BPBD Kabupaten Malinau ini pun berharap, setiap desa memiliki alat pemadam kebakaran, walau dengan teknologi yang sederhana sekalipun.

Mengingat ada beberapa desa di Kalimantan Utara yang sulit dijangkau sehingga perlu peralatan mitigasi Karhutla tingkat dasar.

"Kalau memang dibenarkan secara aturan, tidak ada salahnya dianggarkan pengadaan alat pemadam melalui Dana Desa. Walau dalam bentuk peralatan sederhana. Karena lokasi wilayah kita ini banyak yang sulit diakses," sebutnya.

Perusahaan juga diharapkan membangun infrastruktur penampungai air berupa kanal atau embung di areal konsesinya. Dengan begitu, kebutuhan sumber air untuk keperluan pemadaman bisa didapat dengan mudah.

"Pengalaman di lapangan, beberapa petugas kita harus mencari sumber air, yang jaraknya 5 kilometer dari titik kebakaran. Ini juga menjadi tantangan," ujarnya.

"Kita berharap kepada instansi yang memberi perizinan perkebunan agar mewajibkan perusahaan membangun kanal-kanal air di areal konsesi mereka. Selain memudahkan sumber air, juga bisa menjadi pembatas agar api tidak menjalar ketika terjadi kebakaran," katanya.

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved