Dua Orang Jadi Tersangka Kericuhan Unjuk Rasa di Makassar, Satu Tersangka Tukang Las

Miki Kristoper (21) dan Andi Muhammad Azlan (19) sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kerusuhan aksi mahasiswa yang menolak UU KPK

Dua Orang Jadi Tersangka Kericuhan Unjuk Rasa di Makassar, Satu Tersangka Tukang Las
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Bentrokan polisi dengan mahasiswa di depan Restoran Pulau Dua hingga Bundaran Semanggi. Sementara di Makassar dua orang ditetapkan tersangka 

TRIBUNKALTIM.CO,MAKASSAR-Miki Kristoper (21) dan Andi Muhammad Azlan (19) sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kerusuhan aksi mahasiswa yang menolak UU KPK dan RUU KUHP di Kota Makassar, Selasa (24/9/2019).

Salah satu tersangka bukan merupakan mahasiswa namun warga biasa yang ikut dalam aksi tersebut yang berakhir kericuhan

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan dua tersangka yang kini ditahan di Mapolrestabes Makassar.

Warga Bantu Mahasiswa Saat Bentrokan dengan Polisi di Depan Gedung DPR, hingga Kronologi Kericuhan

Mahasiswa Balikpapan Bantah Aksi Tolak RKUHP di Kantor DPRD Ditunggangi Sekelompok Orang

"Pelaku kerusuhan pada hari Selasa kemarin, yang ditahan untuk proses hukum hanya 2 orang. Yang lain sudah tidak ada," kata Dicky dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Rabu (26/9/2019) malam.

Dicky mengatakan, Miki yang juga merupakan tukang las ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam berupa busur lengkap dengan 6 anak panahnya.

Sementara Andi Muhammad Azlan, kata Dicky, merupakan tersangka perusakan kendaraan dinas kepolisian.

Dicky menyebut Azlan merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar jurusan Bahasa Arab.

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Manado Ricuh, Aparat Keamanan Dilempari Batu

Rektor Universitas Balikpapan Ini Dukung Mahasiswanya Berangkat Berunjukrasa ke Jakarta

"Sebelumnya ada 20 yang kami amankan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe mengungkapkan, hanya ada 2 mahasiswa yang kini ditahan di kantor polisi,

usai bentrokan saat aksi penolakan UU KPK dan sejumlah RUU yang terjadi di depan kantor DPRD Sulawesi Selatan, Selasa (24/9/2019).

Dua mahasiswa ini merupakan bagian dari 208 mahasiswa yang diamankan dan dimasukkan di gedung DPRD usai bentrokan terjadi Selasa kemarin.

Namun, sekitar 200 mahasiswa lainnya sudah dipulangkan. Kedua mahasiswa itu tetap ditahan lantaran kedapatan memiliki senjata tajam saat aksi unjuk rasa.

Ini yang Jadi Awal Mula Kericuhan di Gedung KPK Pecah, Hingga Terjadi Aksi Lempar Batu dan Botol

Pascakericuhan Aksi 22 Mei, Penjagaan Stasiun MRT Sampai Bandara SAMS Sepinggan Mulai Dimaksimalkan

"Sekarang tinggal dua orang, itu masih dalam pemeriksaan terkait senjata yang dibawanya saat ini ada di Polrestabes, ya oknum mahasiswa," kata Guntur sewaktu diwawancara di Rumah Sakit Awal Bros Makassar, Rabu (25/9/2019). (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved