Wajah Perokok Ini Disemprotkan Pemadam Api, Gara-gara Menolak Matikan Rokok
Alex Jamison yang merupakan pemilik dua kedai di Gallivan Center, Utah, Amerika Serikat menyemprotkan alat pemadam api ke wajah Jon Bird.
TRIBUNKALTIM.CO,SALT LAKE CITY-Alex Jamison yang merupakan pemilik dua kedai di Gallivan Center, Utah, Amerika Serikat menyemprotkan alat pemadam api ke wajah Jon Bird.
Tindakan ini dilakukan karena Bird merokok di dekat Gallivan Center yang merupakan kawasan dilarang merokok.
Namun demikian, Bird mengeluhkan dia disemprot alat pemadam api karena menolak untuk mematikan rokok.
'"Perasaan saya syok dan campur aduk. Saya masih pusing dan terguncang karena kejadian ini terjadi pada saya," ungkap Jon Bird, pria yang wajahnya disemprot.
• Gara-gara Merokok di Lobi DPRD Medan,Edriansyah Rendy Anak Walikota Medan Dikritik
• Gara-gara Tertawa Sambil Merokok saat Ditagih Utang, Pria Ini Kena Bacok Temannya dan Tewas
Bird mengungkapkan awalnya dia tengah merokok dekat Gallivan Center pada 20 September lalu, seorang pria bernama Alex Jamison.
Jamison yang merupakan pemilik dua kedai setempat meminta Bird mematikan rokok, karena dia berada di kawasan dilarang merokok.
Ketika Bird terus merokok, Jamison kemudian datang lagi dengan membawa alat pemadam api, seperti dilansir Asia One Rabu (25/9/2019).
Kemudian beradu argumen yang diabadikan pacar Bird di Facebook.
"Apakah engkau akan menyemprotkan alat itu?" tanya pacar Bird. Bird kemudian menantangnya.
"Saya akan memadamkan rokok itu," kata Jamison seraya menyemprotkan alat pemadam api ke mukanya. Kaget karena mukanya benar-benar disemprot, Bird pun melapor ke polisi.
Namun Jamison sudah pergi sebelum mereka tiba. Bird kemudian mengeluh sulit bernapas dan sakit kepala karena menghirup bahan kimia, dan memeriksakan diri ke rumah sakit.
• Tertawa Sambil Merokok Saat Ditagih Bayar Utang, Iyus Dibacok Nandry Karena Kesal
• Ingin Berhenti Merokok, Silahkan Konsumsi Daun Seledri dan Minum Susu
• Pengakuan Ade Rai, Agung Hercules Rajin Olahraga, namun Masih Merokok
Video yang diunggah sehari setelah kejadian dilihat 84.000 kali, dengan netizen menyebut perilaku Jamison berlebihan. Jamison melalui keterangan tertulis kemudian menyampaikan permintaan maaf.
"Saya tidak bangga akan perbuatan saya, dan saya akui itu berlebihan." Dia menerangkan tidak bermaksud membuat Bird terluka.
"Saya berutang permintaan maaf kepada pria itu. Saya harus menyelesaikannya," terangnya.
Jamison menjelaskan, dia hanya berusaha melindungi pelanggannya dengan meminta orang lain tak merokok di dekat usahanya.
Berdasarkan aturan di Utah, setiap orang dilarang merokok sekitar 7,6 meter dari pintu, jendela, atau saluran udara tempat umum.
Namun, Bird mengklaim dia tidak berada di zona larangan merokok, dan mengaku mendapat izin dari keamanan setempat.
Dia memutuskan untuk menyewa pengacara dengan polisi menyatakan, mereka masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. (*)