Dandhy Laksono dan Ananda Badudu Ditangkap, Presiden Joko Widodo Balik Badan: Sudah Ya Terima Kasih

Reaksi Presiden Joko Widodo saat ditanya penangkapan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu oleh Polda Metro Jaya

(ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Kedatangan Presiden ke PLN untuk meminta penjelasan atas matinya listrik secara massal di sejumlah wilayah. 

Ananda mengungkapkan banyak mahasiswa yang ditangkap saat aksi di depan Gedung DPR/MPR tidak mendapatkan pendampingan hukum yang layak.

"Saya salah satu orang yang beruntung punya privilege untuk bisa segera dibebaskan.

Tapi di dalam tadi saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan, diproses dengan cara-cara tidak etis," ujar Ananda.

Menurut Ananda, para mahasiswa tersebut justru membutuhkan bantuan yang lebih besar dibanding dirinya.

"Mereka butuh pertolongan lebih dari saya," tutur Ananda sembari terisak menangis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membantah pernyataan mantan vokalis Banda Neira Ananda Badudu yang menyebut para mahasiswa yang ditangkap tidak mendapatkan pendampingan hukum.

Menurut Argo, para mahasiswa yang ditangkap saat unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR telah mendapatkan pendampingan hukum.

"Kita siapkan penasihat hukum juga di sana.

Kita wajib untuk menyiapkan yang ancamannya di atas lima tahun. Kita menyiapkan semuanya," ujar Argo.

Selain itu, Argo memastikan bahwa seluruh mahasiswa telah dipulangkan. Sehingga tidak ada lagi yang tersangkut kasus hukuk di Polda Metro Jaya.

Halaman
1234
Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Budi Susilo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved